Hukum & Kriminal

Pengamen Cabuli Santriwati di Jember

foto/ilustrasi

Jember (beritajatim.com) – E (17), seorang pria pengamen dari Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur mencabuli seorang santriwati yang berusia 14 tahun. Santriwati dijanjikan pernikahan.

E saat ini ditahan polisi, Kepala Kepolisian Sektor Mumbulsari Ajun Komisaris Hery Supadmo mengatakan, kasus tersebut dilimpahkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Kepolisian Resor. “Ini karena korban dan tersangka sama-sama di bawah umur,” katanya, Rabu (4/9/2019).

E sebenarnya memiliki istri dan satu orang anak. Ia berkenalan dengan sang santriwati dan mengaku masih bujang. Tak ada yang aneh dan istimewa, sampai suatu ketika sang santriwati kabur dari pondok pesantren, Selasa (20/8/2019) lalu. Kaburnya sang santriwati memicu kepanikan keluarga. Apalagi mereka gagal menemukan jejak sang santriwati.

Sehari kemudian, datanglah keluarga E ke rumah santriwati. Dari sana diketahui bahwa mereka kabur bersama ke rumah teman E di Desa Curahnongko, Kecamatan Mumbulsari. Di situlah semua terjadi. E membujuk santriwati agar mau melakukan hubungan layaknya suami-istri di ranjang. Semula santriwati menolak, namun bujuk rayu dan janji pernikahan terlalu kuat. Hubungan terlarang itu pun berlangsung hingga tiga kali.

Namun E tidak bisa tenang-tenang saja. Sang santriwati kemudian melapor kepada orang tuanya. Kemarahan pun meletup. Mereka melaporkan E ke kantor polisi. [wir/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar