Hukum & Kriminal

Terima Upah Rp 200 Ribu

Pengakuan Wanita yang Selundupkan Salak Berisi 1.815 Butir Pil Koplo ke Lapas Jombang

Foto dok

Jombang (beritajatim.com) – Satuan Resnarkoba Polres Jombang melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap VN alias Vina, wanita yang menyelundupkan salak berisi 1.815 butir pil koplo ke Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) Jombang.

Kepada petugas, Vina mengaku hanya sebagai kurir. Dia mendapatkan upah sebesar Rp 200 ribu. Uang tersebut ditransfer ke rekening miliknya. Namun demikian, Vina masih bungkam soal siapa yang mengirim uang tersebut.

Wanita asli Kecamatan Ngronggot, Nganjuk ini juga enggan membeber siapa pria yang menitipkan salak berisi 1.815 pil koplo tersebut. Via hanya mengatakan bahwa butiran pil haram itu hendak dikirim ke suaminya, yakni Hermanto alias Baron, yang sudah mendekam selama 1,5 tahun di Lapas Jombang.

“Pengakuan VN seperti itu. Kita terus melakukan pendalaman. Atas perbuatannya, VN sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Selanjutnya, pengakuan VN ini kita konfrontir dengan suaminya yang berada di Lapas,” ujar Kepala Satuan Reskoba Polres Jombang AKP M Mukid, Selasa (25/8/2020).

Mukid kemudian menjelaskan, suami VN, yakni Hermanto alias Baron, merupakan napi kasus narkoba. Dia ditangkap di Kecamatan Kesamben dua tahun lalu karena mengedarkan sabu-sabu (SS). Baron ini dikenal licin. Dia berkali-kali bisa menghindari bidikan petugas. Warga Dusun Randegan, Kedungmlati, Kesamben ini juga dikenal sebagai pengedar narkoba jaringan Lapas.

Apakah 1.815 butir pil koplo yang diselundupkan itu hendak dijual untuk napi di Lapas Jombang? Mukid belum bisa memastikan. Dia hanya mengatakan bahwa pil jenis dobel L sebanyak itu tidak mungkin dikonsumsi sendiri.

“Kami belum bisa memastikan. Untuk itu, besok kami akan konfrotir ke Baron terkait hal itu. Dengan begitu akan diketahui apakah pil koplo tersebut dijual di Lapas atau dikonsumsi sendiri. “Kita terus melakukan pendalaman guna mengungkap jaringan di atasnya,” kata Mukid.

Kepala Satuan Resnarkoba Polres Jombang AKP M Mukid

Seperti diberitakan, Lapas Jombang menggagalkan penyelundupan salah berisi 1815 butir pil koplo. Buah tersebut dititipkan ke penjaga di pos Lapas untuk diberikan kepada salah satu warga binaan, Senin (24/8/2020).

Salak yang dikirimkan tersebut sebanyak 32 buah. Dari jumlah itu, sebanyak sembilan buah berisi pil koplo. Nah, masing-masing diisi 190 butir pil koplo. Jadi totalnya ada 1.815 butir. Pil tersebut hendak dikirim ke suami pelaku yang sudah mendekam di Lapas. [suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar