Hukum & Kriminal

Pengakuan PSK Warung Camplong, Tarif Rp 250 Ribu Sekali Kencan

Razia petugas ke sejumlah kos, warung dan hotel di wilayah Sampang, Jumat (13/3/2020) malam

Sampang (beritajatim.com) – Razia dilakukan petugas gabungan dari jajaran Satpol PP dan Polres Sampang, ke rumah kos dan sejumlah hotel. Petugas berhasil menciduk sejumlah wanita yang diduga sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) dan para pria hidung belang.

Plt Kabid Penegakan Peraturan Daerah (Perda) Satpol PP Sampang, Moh Jalil mengatakan, razia dalam rangka operasi penyakit masyarakat (pekat) cipta kondisi ini mengamankan tiga orang bukan suami istri.

Mereka diamankan saat diketahui berduaan di dalam kamar warung di Jalan Raya Desa Taddan, Kecamatan Camplong.

Ia berinisial B (40) warga Dusun Kucing, Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, dengan pasangannya berinisial ENF (40) warga Dusun Krajan I RT 7 RW 2, Desa Patempuran, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember.

Sedangkan, temannya yang menunggu tamu pria hidung belang turut digelandang. Dia adalah RFT (32) warga Dusun Darungan RT 1 RW 12, Desa Lembengan, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember.

“Saat dirazia satu pasangan berada di dalam satu kamar, meraka tidak bisa menujukan surat nikah, sehingga sang wanita dipastikan seorang PSK,” jelasnya, Sabtu (14/3/2020).

Saat diperiksa, inisial E salah satu PSK menuturkan bahwa dirinya baru seminggu berada di warung tersebut. Dirinya mematok tarif sebesar Rp 250 ribu setiap melayani pria hidung belang.

“Tarif Rp 250 sekali kencan, baru seminggu di sini karena ikut teman,” ujarnya.

Razia yang dilakukan petugas gabungan tersebut dilakukan berdasarkan Perda Sampang Nomor 7 tahun 2015 tentang ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. [sar/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar