Hukum & Kriminal

Pengakuan Mengejutkan Guru Cabul di SMPN 4 Kepanjen

Guru cabul asal SMP 4 Kepanjen usai menjalani pemeriksaan di Polres Malang

Malang (beritajatim.com) – Pernyataan mengejutkan disampaikan Choirul Huda (38), guru tidak tetap (GTT) yang melakukan kekerasan seksual terhadap belasan murid laki-laki di SMPN 4 Kepanjen, Kabupaten Malang.

Huda yang sudah lima tahun menjadi guru BK itu mengaku selama ini memang menyukai laki-laki dan perempuan. Aksi menyimpang tersebut sudah dilakukannya sejak usia 20 tahun. “Saya mulai SMA. Gak tahu, tiba-tiba perasaan itu muncul begitu saja,” kata Huda, saat dihadirkan dalam rilis di Mapolres Malang, Sabtu (7/12/2019) siang.

Huda yang merupakan warga Desa Kedungpendaringan, Kepanjen, Kabupaten Malang itu juga mengaku sudah memiliki seorang istri dan anak. Adapun korban tidak senonoh yang dilakulan Huda ada 18 siswa. “Gak ada (yang lain), cuma 18 anak,” jelasnya.

Huda diketahui melamar menjadi guru bimbingan konseling (BK) di sekolah tersebut pada 2015. Belakangan terungkap bahwa Huda melamar pekerjaan menggunakan ijazah palsu.

“Dulu tahunya dari salah satu guru. Saya tanya apa ada lowongan. Ternyata ada, terus masuk. Saya kuliahnya BK di Unikama (Universitas Kanjuruhan Malang, red), tapi tidak lulus. Gak ada yang tahu, sampai kemarin. Itu yang saya kasihkan foto copy semua, waktu itu wakil kepala sekolah yang menerima,” beber Huda. [yog/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar