Hukum & Kriminal

Pengadilan Negeri Sumenep Eksekusi Kepemilikan dan Pengelolaan Asta Tinggi

Sumenep (beritajatim.com) – Pengadilan Negeri (PN) Sumenep melakukan eksekusi terhadap kepemilikan dan pengelolaan kompleks pemakaman raja-raja Sumenep, Asta Tinggi, Kamis (18/09/2019).

Pembacaan eksekusi dilakukan di depan pintu masuk Asta Tinggi, Desa Kebonagung. Proses eksekusi itu dijaga ketat ratusan personel Polri, TNI, dan Satpol PP.

Dalam eksekusi ini, bertindak sebagai pemohon ialah Yayasan Panembahan Sumolo (YPS), dan termohonnya ialah Yayasan Penjaga Asta Tinggi (Yapasti). Eksekusi dilakukan berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi Surabaya.

“Menyatakan areal Asta Tinggi Sumenep merupakan kuburan raja-raja Sumenep dan ulama-ulama keturunan raja-raja Sumenep dengan segenap keturunannya, serta sebagai peninggalan sejarah dan obyek wisata religius yang terletak di Desa Kebonagung, Kecamatan Kota Sumenep, merupakan aset Yayasan Panembahan Sumala atau penggugat,” kata Panitera PN Sumenep, Supriyadi saat membacakan salah satu amar putusan Pengadilan.

Asta Tinggi selama 12 tahun ini dikelola oleh Yapasti, berdasarkan SK Gubernur nomor 188/250/KPTS/013/2008. Sementara YPS mengaku berhak mengelola dan merawat Asta Tinggi karena mendapat amanat dari raja-raja Sumenep. Pengurus kedua yayasan tersebut sama-sama merupakan keturunan bangsawan (raja-raja Sumenep).

Perebutan hak kepemilikan dan pengelolaan Asta Tinggi berujung ke proses hukum. YPS mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Sumenep, namun kalah. YPS pun mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi, dan menang. YPS dinyatakan berhak mengelola Asta Tinggi. (tem/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar