Hukum & Kriminal

Pengadilan Negeri Kediri Tolak Gugatan Praperadilan Q-Net

Kediri (beritajatim.com) – Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri menolak gugatan praperadilan penyitaan barang bukti kasus penipuan investasi Q-net yang diajukan PT Amoeba dan PT AWI pada Polres Lumajang. PN menyatakan penyitaan barang-barang milik kedua perusahaan tersebut sudah sesuai prosedur.

Keputusan majelis hakim ini dibacakan dalam sidang putusan di PN Kabupaten Kediri, Rabu (4/12/2019). Sidang dipimpin oleh hakim tunggal Guntur Pambudi Wijaya, SH. Menanggapi putuan majelis hakim, kuasa hukum PT Amoeba dan PT AWI, Solihin SH memberi beberapa catatan.

“Tadi permohonan praperadilan kami ditolak , kami coba tanggapi SP 3 dari Polda Jatim, seharusnya meski elektronik atau pakai scan itu dipertimbangkan karena tak dibantah, itu kebenarannya ada, bukan mentang-mentang itu elektronik terus tidak dipertimbangkan, inilah yang bisa menghentikan perkara kita,” kata Solihin.

Dia menambahkan, kendati permohonan praperadilan ditolak, namun tetap optimis jika perkara pidana kasus investasi sendiri bakal dimenangkan. Sebab, Solihin bersikukuh, apabila kasus tersebut sama seperti perkara sebelumnya yang telah dihentikan atau SP3 oleh Mabes Polri maupun Polda Jatim.

“Praperdilan ini, yang harus kita bawahi adalah prosedural penyelidikan apakah sudah sesuaui atau belum, belum memasuki materi pokoknya, yang penting materi perkara bisa memenuhi P21 apa tidak. Praperadilan boleh ditolak, namun saat eksepsi mereka juga ditolak,” tandasnya.

Terpisah, Kuasa Hukum Polres Lumajang, Abdur Rohman mengatakan sudah sepantasnya PN menolak pr peradilan yang diajukan oleh pemohon. Itu karena, pihaknya bisa membuktikan bantahan-bantahan yang dilontarkan dalam persidangan.

“Pengadilan sudah mempertimbangkan. Jika dalam bekerja kepolisian sudah sesuai prosedur. Ada izin penggeledahan, persetujuan penyitaan dari Pengadilan setempat, dengan tidak bisa membuktikan gugagatananya, kami bisa mebuktikan bantahan. Sudah sepatutnya hakim untuk menolak permohonan pra peradilan tersebut,” tegas Ketua Peradi Lumajang ini.

Sebelumnya, PT Amoeba dan PT AWI mengajukan gugatan pra peradilan terhadap Polres Lumajang ke PN Kabupaten Kediri. Kedua perusahaan menilai tindakan penyidikan dengan melakukan penggeledahan dan penyitaan barang-barang tidak sesuai prosedur, karena tidak berkaitan dengan perkara pidana penipuan investasi. Mereka menuntut ganti rugi materi senilai Rp 10 rupiah. [nng/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar