Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Penetapan Tersangka Dinilai Tak Sesuai Prosedur

Pengacara Kades Kemirisewu Pasuruan Ajukan Praperadilan

Pasuruan (beritajatim.com) – Setelah ditangkapnya Kepala Desa Kemirisewu, Kecamatan Pandaan, Muhammad Rifa’i dan mantan bendahara Yusuf pengacara mengajukan praperadilan. Pengacara Joko yang juga mantan Bawaslu mengatakan bahwa Jumat esok (11/3/2022) akan mengajukan pra saat sidang.

Dalam persidangan pertama yang akan digelar Jumat, Joko mengajukan materi mengenai penetapan tersangka yang tidak sesuai prosedur. Joko menganggap penangkapan Kades Kemiriseuwu tersebut melanggarprosedur penetapan tersangka.

“Kami akan mengajukan praperadilan pada sidang pertama, Jumat (11/3/2022) esok. Materinya mengenai penetapan tersangka yang tidak sesuai dengan prosedur penangkapan,” ujar Joko saat dihubungi telpon, Selasa (8/3/2022).

Menanggapi hal itu Kanit Tipikor Polres Pasuruan, Iptu Wachid Arif mengatakan bahwa penangkapan Kades sudah sesuai prosedur. Dirinya juga menambahkan bahwa mengajukan praperadilan menjadi hak tersangka.

“Kami sudah bekerja sesuai prosedur. Tak hanya itu beberapa tahapan-tahapan sudah dilalui semuanya. Jika mengajukan praperadilan itu sudah menjadi haknya,” ujar Wachid.

Wachid juga mengatakan bahwa saat ini sudah memasuki tahap penelitian Kejaksaan. Tak hanya itu dirinya juga mengatakan bahwa penangkapan ini guna mencegah barang bukti yang dirusak.

“Saat ini sudah masuk tahap penelitian Kejaksaan. Penangkapan ini dilakukan guna mencegah pengerusakan barang bukti,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya Kades Kemirisewu ditahan atas dugaan kasus korupsi ADD dan DD Tahun 2020. [ada/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar