Hukum & Kriminal

Pengacara: Faris Bukan Pelaku Utama Kasus Korupsi Pasar Manggisan Jember

Jember (beritajatim.com) – Tersangka korupsi Pasar Manggisan, Muhammas Faris Nurhidayat, bukan pelaku utama. Ada pelaku lain yang memiliki peran lebih penting.

“Dia hanya bekerja sebagai karyawan PT Maksi (Solusi Engineering) atas perintah direktur PT Maksi melaksanakan pekerjaan,” kata pengacara Faris, Achmad Cholily.

Cholily mengatakan, pelaku utama tergantung pada fakta persidangan atau hasil pengungkapan penyidik. “Faris ini dibayar PT Maksi yang bekerjasama dengan badan hukum lain untuk dipinjam benderanya,” katanya.

Selama ini Faris mengeluhkan proses pemeriksaan yang bisa memakan waktu lama. “Dan (pertanyaannya) itu-itu saja,” kata Cholily kemarin.

Cholily mengatakan, kliennya mengajukan diri sebagai justice collaborator atau pihak yang bekerjasama demi keadilan. Jika permohonan ini diterima, Faris berhak mendapat fasilitas pemisahan ruang tahanan dengan tahanan lain dan berkas penuntutan.

Cholily menegaskan, Faris berkata jujur saat memberikan keterangan kepada penyidik. “Dari perencanaan sampai eksekusi. Terbuka, sampai masalah pengiriman uang,” katanya.

Wakil Ketua Panitia Angket DPRD Jember Siswono mengatakan, kasus Pasar Manggisan menarik. “Faris adalah pintu masuk yang menjabarkan kebenaran proyek Pasar Manggisan,” katanya, Jumat (21/2/2020).

Siswono berharap Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban bisa memberikan perlindungan kepada Faris. “Dengan kesaksian Faris, semoga apapun akan terbuka sehingga hukum tak hanya tajam ke bawah,” katanya. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar