Hukum & Kriminal

Penetapan Tersangka Kasus Jiwasraya, Hotman Paris Minta Nasabah Sinar Mas Tak Khawatir

Jakarta (beritajatim.com) – Pengacara Hotman Paris Hutapea berharap nasabah Sinar Mas
tetap tenang dan mempercayakan investasinya melalui instrumen reksa dana terkait pemberitaan  penetapan 13 korporasi sebagai tersangka dalam kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

“PT Sinarmas Asset Management sebagai salah satu unit usaha dibawah pilar Sinar Mas Financial Services tetap memberikan pelayanan, serta selalu mengedepankan pemenuhan hak dan kepentingan seluruh nasabah,” kata Hotman Paris & Partners yang menjadi kuasa hukum PT Sinar Mas Asset Management (SAM) dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi beritajatim.com, Jumat (26/6/2020).

Ditambahkannya perusahaan bertanggung jawab sepenuhnya atas semua produk yang dipasarkan. Nasabah tidak perlu khawatir dan tetap dapat melakukan pembelian dan penjualan seperti biasa.

Menurut Hotman, kliennya belum menerima pemberitahuan resmi penetapan tersangka dari Kejaksaan Agung. Sembari menanti, dirinya mengingatkan, produk reksa dana Simas Saham Ultima kelolaan SAM merupakan produk reksa dana yang hanya dibeli oleh Asuransi Jiwasraya dan tidak terkait dengan produk reksa dana lain kelolaan SAM.

“PT Sinarmas Asset Management mengelola 64 produk reksadana dengan total dana kelolaan sebesar Rp 30,2 triliun, sementara kasus ini merujuk pada sebuah saja produk reksa dana, yakni Simas Saham Ultima, dengan total dana kelolaan hanya berjumlah 0.2% dibandingkan total kelolaan dana PT Sinarmas Asset Management. Dengan kata lain, tidak berdampak terhadap korporasi dan nasabah karena nilainya tidak signifikan.”tambahnya.

Dirinya menjamin, selaku lembaga keuangan yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), SAM akan patuh terhadap regulasi serta perundangan-undangan yang berlaku. “Kami akan selalu kooperatif dan mengikuti proses hukum yang berlangsung,” pungkas Hotman.

Seperti diketahui Kejaksaan Agung (Kejagung) mengumumkan adanya tersangka baru dalam kasus mega skandal PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Ada 13 korporasi besar yang diduga terlibat.

Tim Penyidik Jampidsus menyampaikan perkembangan penyidikan dalam dugaan tipikor [tindak pidana korupsi] di Jiwasraya,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono, Kamis (25/6/2020) dikutip laman CNBC.

Penetapan tersangka tersebut yang pertama adalah terhadap 13 korporasi. Dalam peraturan OJK adalah manajer investasi (MI).

1. PT DMI

2. PT OMI

3. PT PPI

4. PT MD (

5. PT PAM

6. PT MNCAM

7. PT MAM

8. PT GC

9. PT JCAM

10. PT PA

11. PT CC

12. PT TII

13.  PT SAM (PT Sinarmas Aset Manajemen)

“Diduga tindak pidana yang disangkakan Diatur di Pasal 2 subsider pasal 3 UU 31 1999 jo uu 20 tahun 2001 tentang Tipikor,” tambah Hari Setiyono. (ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar