Hukum & Kriminal

Penembak Subaidi Didakwa Pasal Berlapis

Sampang (beritajatim.com) – Sidang perdana terdakwa Idris dalam kasus penembakan Subaidi, warga Desa Tamberu, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, berlangsung lancar.

Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Sampang, Tulus Ardiansyah mengatakan, agenda sidang perdana kasus penembakan Subaidi yaitu pembacaan dakwaan sekaligus pemeriksaan dua orang saksi dari pihak keluarga korban.

“Tidak ada eksepsi dari terdakwa maupun dari penasehat hukumnya setelah dibacakan dakwaannya oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU),” terangnya, Selasa (29/1/2019).

Sementara menurut Anton Zulkarnaen, selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara tersebut mengatakan, dakwaan yang ditujukan terhadap tersangka Idris yaitu dakwaan primer, subsider dan lebih subsider serta dakwaan tentang kepemilikan senjata api.

“Dakwaan primernya itu pasal 340 KUHP terkait pembunuhan berencana disubsiderkan dengan pembunuhan biasa dan lebih disubsiderkan lagi dengan penganiayaan yang mengakibatkan kematian. Dakwaan kedua tentang senpi, tapi bukan senpi yang dipakai untuk menembak korban melainkan senpi jenis Pen Gunnya beserta 20 butir amunisi yang dimilikinya. Nah, dari dakwaan itu, pihak terdakwa tidak keberatan, makanya dilanjutkan pembuktian dengan pemeriksaan saksi-saksi,” jelasnya.

Dalam beberapa dakwaan tersebut, Anton menyebutkan ancaman hukuman untuk terdakwa meliputi pasal 340, pasal 338 dan UU darurat tentang kepemilikan Senpi. “Maksimalnya untuk pembunuhan berencana itu 20 tahun, seumur hidup atau hukuman mati dan untuk senpinya juga 20 tahun,” tandasnya. [sar/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar