Hukum & Kriminal

Pendidikan Seks untuk Siswa SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik

Gresik (beritajatim.com) – Keterbatasan para siswa berkebutuhan khusus baik itu tuna rungu serta tuna grahita di sekolah SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik, dalam mengenal alat reproduksi seks, kerapkali membuat mereka mendapatkan informasi yang salah, dan tidak dipertanggungjawabkan.

Guna menjawab kebutuhan tersebut, Ketua Kemala Bhayangkara Gresik yang juga istri Kapolres Gresik, Cut Laura Kusworo Wibowo, menyelenggarakan kegiatan Hari Difabel Internasional dengan memberikan penyuluhan mengenai pendidikan seks.

“Secara biologis setiap orang boleh berteman dan dekat dengan kawan jenis. Hal itu boleh saja tapi harus tahu batasannya. Untuk itu, pengawasan guru terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK) di sekolah sangat terbatas. Sehingga, peran orang tua sangat besar sewaktu buah hatinya berada di rumah,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (26/11/2019).

Masih menurut Cut Laura Kusworo Wibowo kegiatan tersebut juga mengisi kegiatan pembinaan mental di usia pubertas bagi anak berkebutuhan khusus (ABK), dalam rangka ?memperingati Hari Difabel Internasional yang jatuh pada 3 Desember.

“Pengawasan anak yang masuk usia pubertas sangat penting. Seorang ibu harus bisa menjadi sahabat anaknya dan memberikan perhatian serta kasih sayang,” paparnya.

Ia menambahkan, peran orang tua juga harus mengenalkan pendidikan seks kepada anaknya. Tujuannya, agar mereka bisa tahu dan menjaga diri dari perbuatan yang tidak diinginkan.

“Anak-anak selalu kami berikan pembinaan mental di sekolah. Agar mereka tahu mana yang boleh dilakukan dan mana yang dilarang. Upaya ini juga mengantisipasi perbuatan yang tidak diinginkan. Seperti pelecehan seksual misalnya dan kejahatan yang lain,” imbuhnya. [dny/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar