Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Pendeta Saifuddin Ibrahim Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama

Pendeta Saifuddin Ibrahim (Suara)

Jakarta (beritajatim.com) – Badan Reserse Kriminal Polri menetapkan status tersangka penistaan agama kepada Pendeta Saifuddin Ibrahim. Penetapan ini dijalankan setelah penyidik Direktorat Tindak Pidana (Dittipid) Siber menemukan alat bukti yang cukup.

“Saat ini yang bersangkutan (Pdt Saifuddin Ibrahim) sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Kadiv Humas Polri, Inspektur Jenderal (Irjen) Dedi Prasetyo.

Pdt Saifuddin Ibrahim dilaporkan ke Bareskrim atas tuduhan penistaan agama. Laporan ini dipicu pernyataannya yang kontroversial dengan meminta Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menghapus 300 ayat dalam Alquran.

Laporan tersebut dilayangkan Rieke Vera Routinsulu pada 18 Maret 2022 dan terregistrasi dengan Nomor LP/B/0133/III/2022/SPKT Bareskrim Polri. Pelapor mempersangkanan Pdt Saifuddin telah melanggar Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan/atau Pasal 156 KUHP dan/atau Pasal 156a KUHP dan/atau Pasal 14 Ayat (1), Ayat (2) dan/ atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Salah satu saksi pelapor, Husin Alwi Shihab, berharap pelaku dapat ditindak dengan tegas. Dia juga meminta laporan yang sudah masuk dapat segera ditangani.

Kita berharap bahwa laporan ini segera diproses supaya tidak menimbulkan kegaduhan luas di masyarakat,” kata Husin.

Hasil pelacakan sementara, diduga Pdt Saifuddin saat ini berada di Amerika Serikat. Sehingga, kata Dedi, Polri berkoordinasi dengan sejumlah institusi yaitu Ditjen Imigrasi Kemenkum HAM, Kementerian Luar Negeri, maupun Biro Penyidikan Federal Amerika Serikat (Federal Bireau of Investigation/FBI).

Di samping itu, penyidik juga meminta pendapat sejumlah ahli untuk mendalami kasus ini. Beberapa ahli yang sudah dimintai keterangan seperti ahli bahasa, ahli sosiologi hukum, ahli agama, dan ahli hukum pidana.

Nama Pdt Saifuddin mencuat setelah sejumlah videonya tersebar. Dalam video-video itu, dia melontarkan pernyataan yang kerap kontroversial.

Yang paling baru, soal permintaan untuk menghapus 300 ayat dalam Alquran, ditujukan kepada Yaqut. Dia bahkan mengaku sebagai sahabat dekat Yaqut.

Kementerian Agama segera memberikan tanggapan atas pernyataan tersebut. Kemenag menyatakan secara tegas, Yaqut selaku Menteri Agama tidak pernah mengenal Pdt Saifuddin. (beq/suara.com)


Apa Reaksi Anda?

Komentar