Hukum & Kriminal

Penculikan Anak di Gresik, Pelaku Tergiur Uang dari Pemesan

Gresik (beritajatim.com) – Muzakki (24) warga Perum Banjarsari Cerme, Gresik RT 10 RW 01 hanya bisa meringis kesakitan. Dengan wajah babak belur, pria yang berprofesi sebagai driver online itu diringkus polisi usai gagal menculik anak yang bernama Selly Atalia Wahyukirana yang berusia 9 tahun.

Kasus penculikan anak tersebut terjadi di Dusun Sukorejo, Desa Ngabetan, Kecamatan Cerme, Gresik. Kronologis kasus penculikan itu berawal tersangka Muzakki, satu tahun lalu berkomunikasi melalui aplikasi medsos ‘MiChat’ mengeluh kesulitan ekonomi.

Tersangka yang bekerja sebagai profesi driver online paruh waktu tersebut berkomunikasi dengan seseorang, dan belum pernah bertemu. Dia diminta mencari anak dengan diberi imbalan nominal tertentu.

Sewaktu melintas di Dusun Sukorejo, Desa Ngabetan, Cerme, pikiran tersangka langsung terbesit menculik anak yang saat itu. Apalagi dia melihat Selly Atalia Wahyukirana berjalan sendirian. Tanpa berpikir panjang, tersangka langsung menarik korban lalu memasukkan ke dalam mobil.

Naasnya, saat mobil tersangka berjalan, korban memberontak lalu melompat dari mobil sambil berteriak meminta tolong. Teriakan korban yang didengar oleh warga setempat membuat warga marah lalu mengejar tersangka.

Mobil tersangka pun terkepung. Tanpa dikomando, warga membabi buta menghajar serta merusak mobil Daihatsu Sigra milik tersangka hingga hancur.

Beruntung kejadian tersebut tidak berlangsung lama. Pasalnya, saat bersamaan ada mobil patroli Polsek Cerme yang melintas. Tersangka diamankan ke Mapolsek Cerme.

“Atas perbuatannya itu, tersangka kami jerat dengan UU Anak pasal 76 nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara,” ujar Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, Selasa (7/02/2020).

Terkait dengan kasus ini ini, Kusworo Wibowo mengimbau kepada orang tua serta masyarakat menjaga anaknya masing-masing dan jangan panik berlebihan.

Sementara itu, tersangka Muzakki mengaku dirinya terpaksa melakukan penculikan karena kepepet kebutuhan ekonomi. Pasalnya, pekerjaan sebagai buruh di pabrik kurang bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Saya tergiur dengan ajakan teman di MiChat yang menawarkan jasa penculikan sambil diiming-imingi uang yang menggiurkan,” pungkasnya sambil menyesal. [dny/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar