Hukum & Kriminal

Penasehat Hukum Minta Pengalihan Penahanan kepada Camat Duduksampeyan

Tim penasehat hukum Camat Duduksampeyan Gresik, Suropadi sedang mengajukan surat permohonan pengalihan tahanan di kantor Kejaksaan Negeri Gresik

Gresik (beritajatim.com) – Penasehat hukum Camat Duduksampeyan, Gresik, Suropadi yang ditahan akibat korupsi anggaran pengelolahan sebesar Rp 1 miliar, mengajukan pengalihan penahanan dari semula di rumah tahanan (Rutan) Banjarsari Cerme, menjadi tahanan kota di Kejaksaan Negeri Gresik.

Dengan mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik, tanpa banyak omong penasehat hukum tersangka, Fajar Trilaksana Yulianto langsung masuk ke ruang seksi pidana khusus. Fajar bersama tim ditemui oleh staf pidsus kejari.

Setelah keluar dari ruangan staf pidsus, Fajar menuturkan, dirinya mengajukan surat permohonan dari rumah tahanan menjadi penahanan kota inisiatif dari dirinya dan istri Suropadi. Pasalnya, yang menjamin istri Suropadi.

“Klien kami kooperatif. Sebab, yang bersangkutan masih camat aktif, sebagai ASN dan sebagai abdi negara melayani masyarakat,” ujarnya, Selasa (23/02/2021).

Menanggapi hal ini, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Gresik, Dymas Adji Wobowo menuturkan, terkait dengan ini pihaknya masih menelaah dulu dan perlu pertimbangan.
“Kami akan pelajari dulu surat permohonan yang diajukan penasehat tersangka,” ungkapnya.

Seperti diberitakan, tersangka Camat Duduksampeyan, Suropadi ditahan kejaksaan karena diduga korupsi anggaran pengelolahan di kecamatan Rp 1 miliar. Tersangka kini mendekam di Rutan kelas II B, di Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.

Camat berkumis tebal itu, sudah 8 hari mendekam di penjara karena terjerat kasus korupsi. Sebelum ditahan oleh kejaksaan, tersangka sempat mangkir dengan alasan mengalami sakit. [dny/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar