Hukum & Kriminal

Penanganan Kasus Korupsi di Kejari Kabupaten Kediri Terkendala Covid-19

Kediri (beritajatim.com) – Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri melakukan penanganan sejumlah kasus korupsi di tengah wabah virus Corona. Ada empat laporan aduan masyarakat tentang dugaan tindak korupsi di Kabupaten Kediri saat ini dalam proses penyelidikan.

Pertama kasus dugaan korupsi di Perhutani Kediri dan salah satu dinas di Kabupaten Kediri. Dua kasus tersebut saat ini sudah masuk dalam tahap penyelidikan di unit Pidana Khusus (Pidsus). Ketigas kasus dugaan penyelewengan Anggaran Dana Desa (ADD) untuk Desa Selopanggung di Kecamata Semen dan Desa Wanengpateng, Kecamatan Gampengrejo.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri, Mohamad Rohmadi, SH.MH mengakui adanya kendala dalam proses penyelidikan karena pandemik Covid-19. “Kendalanya kemarin saat kita panggil salah satu saksi, ia mengaku desanya sedang isolasi karena virus Corona. Jadi kami juga harus berhati-hati dalam proses penyelidikan. Sebab kondisinya sedang pandemi Covid-19,” ujarnya dalam rilis.


Unit Pidsus sedang meminta sejumlah dokumen untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. “Meski sudah ada beberapa saksi yang kita panggil dan dimintai keterangan, kita saat ini juga meminta dokumennya untuk penyelidikan,” imbuh Rohmadi.

Menurut Rohmadi, penanganan laporan aduan masyarakat ini wajib ditangani aparat penegak hukum meski statusnya masih 50 persen benar dan 50 persen salah. “Untuk membuktikan laporan aduan masyarakat kita sebagai penegak hukum harus menjalankan sesuai aturan yang ada dan harus melakukan penyelidikan lebih dulu sebelum naik penyidikan,” tegasnya.

Untuk aduan dugaan kasus korupsi di Perhutani Kediri yang tentang persoalan penyelewengan dana bagi hasil tani antara LMDH Budidaya Satak Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri dengan Perhutani. Dana bagi hasil tersebut diduga diselewengkan oleh oknum dan tidak disetorkan ke Perhutani sebesar 2 persen tiap kubikasi lahan. Informasinya penyelewengan itu dilakukan sejak tahun 2010 hingga 2019.

Untuk kasus di salah satu dinas Kabupaten Kediri yakni persoalan SPPD tahun 2018-2019 dan masalah jaringan telekomunikasi. Adapun kasus dugaan penyelewengan ADD di Desa Wanengpaten sudah naik penyidikan. Dana Desa Wanengpaten diperiksa sejak tahu 2016-2019m dengan estimasi kerugian Rp 200 juta. Sedangkan Desa Selopanggung masih dalam penyelidikan. [nm/ted].





Apa Reaksi Anda?

Komentar