Hukum & Kriminal

Penahanan Warga Dukuh Sepat Dapat Perlawanan

Surabaya (beritajatim.com) – Upaya penahanan yang dilakukan Jaksa dari Kejaksaan Negeri Surabaya terhadap dua orang warga Dukuh Sepat Lidah Kulon, Kecamatan Lakar Santri, Surabaya mendapat perlawanan dari warga.

Dua orang warga tersebut ialah Dian Purnomo dan Darno. Beberapa orang warga yang didominasi oleh emak-emak meneriaki petugas dengan teriakan “Maling”.

Teriakan itu membuat petugas kejaksaan panik dan pergi meninggalkan rumah Darno. Sedangkan untuk Dian Purnomo petugas berhasil melakukan eksekusi dan menjebloskan dia ke Penjara Rutan Medaeng, Sidoarjo.

“(Yang ditahan) Dian alias Cipeng karena gak ada warga yang tahu, sedangkan Pak Darno masih aman karena keburu banyak warga yang datang,” kata Kariyanto, Salah seorang saksi mata di lokasi kejadian.

Dian Purnomo dan Darno merupakan terdakwa yang dijatuhi hukuman 2 Bulan 15 hari oleh Pengadilan Negeri Surabaya. Pada 23 Mei 2019 lalu. Majelis hakim menyatakan kedua terdakwa itu terbukti secara sah melanggar pasal 170 KUHP tentang Pengerusakan.

Adapun yang dirusak ialah sebuah gembok pintu gerbang masuk ke waduk sepat, yang saat ini telah diakuisisi oleh pihak PT Ciputra Development Tbk.

Atas putusan itu, pihak Penuntut Umum kemudian melakukan upaya hukum banding, sehingga Ketua Pengadilan Tinggi Jatim mengeluarkan surat perintah penahanan pada keduanya.

Surat perintah penahanan itu dikeluarkan PT pada 24 Mei 2019 dan diregister dengan Nomer, 608/PEN.PID/2019/PT.Sby. [uci/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar