Hukum & Kriminal

Pemuda Sumenep ini Nekat Curi 4 HP Milik Teman

Sumenep (beritajatim.com) – Rudianto (26), warga Desa Paliat, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep diamankan aparat Polsek setempat karena kedapatan mencuri empat HP milik temannya.

“Tersangka mengambil empat HP milik empat temannya, saat mereka tidur di sebuah gubuk di Desa Paliat setelah ‘jagongan’ hingga larut malam,” kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Senin (02/03/2020).

Peristiwa itu berawal ketika korban, yakni Mahli bersama Uut, Alfin,.Kadim, Aan dan Rody, kumpul-kumpul bersama tersangka di sebuah gubuk. Mereka bertujuh kemudian ngobrol-ngobrol hingga larut malam.

Menjelang tengah malam, tersangka pamit pulang lebih dulu, kemudian Aan dan Rody juga pamit pulang. Di gubuk itu tinggal Mahli, Uut, Kadim, dan Alfin. Mereka berempat memilih tidur di gubuk. Sekitar jam 01.30, mereka melihat tersangka mondar-mandir mengendarai sepeda motor di jalan beberapa meter di sebelah utara gubuk tersebut.

Sekitar jam 02.00 WIB, Mahli, Uut, Alfin dan Kadim sepakat menyatukan HP nya di sebuah plastik kresek hitam karena takut jatuh ke bawah.

“Empat HP itu diletakkan di dalam gubuk di samping mereka, dan mereka kemudian tidur. Pagi harinya sekitar jam 5, mereka terkejut karena mendapati HP mereka yang dibungkus kresek itu hilang,” ujar Widiarti.

Para korban memang mencurigai Rudianto sebagai pelaku pencurian HP itu. Kemudian ada informasi dari masyarakat, tersangka naik perahu dari Pelabuhan Tanjung Desa Paliat menuju ke Pulau Sapeken, akan mengirimkan HP ke Bali, melalui sebuah jasa ekspedisi pengiriman.

Korban pun mencari tahu alamat ekspedisi itu. Petugas ekspedisi itu mengakui bahwa memang pagi itu ada orang yang akan mengirimkan dua buah HP ke Bali. Setelah dilihat identitasnya, ternyata benar, orang yang akan mengirimkan HP itu bernama Rudianto.

“Orang tua korban kembali ke Desa Paliat dan memanggil Rudianto. Awalnya ia mengelak. Namun setelah dibeberkan fakta dari petugas ekspedisi tentang pengiriman HP ke Bali, akhirnya Rudianto mengakui bahwa memang dia yang mengambil empat HP milik teman-temannya itu,” ungkap Widiarti.

Korban bersama orang tuanya kemudian mengajak Rudianto ke kantor ekapesi itu dan mengambil dua HP yang akan dikirimkannya ke Bali. Sedangkan dua HP lainnya disimpan di rumah tersangka.

Setelah empat buah HP terkumpul, ditunjukkan pada keempat korban, apakah benar itu HP mereka yang hilang. Ternyata para korban mengakui bahwa empat HP itu memang miliknya yang hilang di gubuk.

“Tersangka kemudian diamankan di Polsek Sapeken untuk mengikuti proses penyidikan. Tersangka dijerat pasal 362 KUHP,” terang Widiarti. [tem/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar