Hukum & Kriminal

Pemuda Desa Janti Tuntut Perangkat Desa Selingkuh Mengundurkan Diri

Ponorogo (beritajatim.com) – Selain sanksi adat berupa membayar denda 400 sak semen, pemuda dan masyarakat Desa Janti Kecamatan Slahung Ponorogo menuntut perangkat desa yang ketahuan selingkuh itu untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Mereka beralasan perangkat desa yang bersangkutan sudah tidak bisa dijadikan sosok tauladan pemimpin di lingkungannya. Sebab, sang perangkat desa tersebut, mengakui sendiri bahwa dirinya berselingkuh dengan janda di desanya.

“Pak Kamituwo (perangkat desa berinisial T) tidak mau untuk mengundurkan diri, Dia meminta pengunduran diri dilakukan secara aturan dan hukum yang berlaku,” kata Ketua Pemuda Desa Janti Muhsin Affandi, Senin (5/10/2020).

Muhsin menyebut jika tuntutan masyarakat sebenarnya ada dua. Yang pertama bayar denda 400 sak semen dan yang kedua, kedua pelaku perselingkuhan ini diarak keliling desa. Namun, dalam sidang tersebut, hanya disepakati yang denda 400 sak semen saja. Pembayaran denda 400 sak semen itu dilakukan maksimal seminggu setelah keputusan sanksi adat tersebut.

Sementara terkait tuntutan pengunduran diri sang perangkat desa yang ketahuan selingkuh tersebut, masyarakat menyerahkan kepada pemerintah desa (Pemdes) Janti dibahas bagaimana baiknya. “Tuntutan pengunduran diri Pak Kamituwo ini akan dibahas oleh Pemdes Janti dan pihak-pihak terkait,” katanya.

Sementara itu Kepala Desa Janti Edi Prayitno mengatakan, untuk tuntutan pengunduran diri perangkatnya yang ketahuan selingkuh, akan dibahas di pemerintahan desa dengan tokoh masyarakat ataupun pihak terkait. Kemudian keputusannya nanti akan dilimpahkan ke kecamatan dan kemudian naik ke tingkat kabupaten. “Tuntutan pengunduran diri akan dibahas lagi nanti. Hari ini tadi putusan sanksi adat berupa denda 400 sak semen,” pungkasnya. (end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar