Hukum & Kriminal

Pemuda Banyuwangi Ancam Sebar Video Bugil, Seorang Cewek Disetubuhi

Banyuwangi (beritajatim.com) – Polresta Banyuwangi menangkap seorang pemuda berinisial AT (23) asal Desa Jajag, Kecamatan Gambiran karena melakukan aksi pornografi. Modusnya melakukan video call dengan seorang wanita kemudian merekamnya.

“Pada 12 Maret 2020 di jam 5.50 WIB, kita mendapatkan informasi dari masyarakat bahwasanya telah melihat di media sosial adanya orang yang menyebarkan gambar dan juga pernah melihat daripada di handphone yang bersangkutan diduga itu merupakan video call yang disimpan di dalam handphone di mana video call tersebut mengandung pornografi,” ungkap Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin saat konferensi pers, Selasa (24/3/2020).

Selanjutnya, kata Arman, pihaknya melakukan penyelidikan dan pengembangan. Benar saja, tim cyber Satreskrim Polresta mendapati pelaku dan seorang korban.

“Korban ada satu berinisial N (21) di mana modus operandinya memang sudah disiapkan oleh pelaku pada saat video call berjalan maka disimpan atau direcord dan terekam daripada video call tersebut kemudian setelah selesai merekam dan dari pada video call tersebut, pelaku mengancam akan menyebarkan video tersebut apabila si korban tidak mau melakukan persetubuhan dengan si pelaku,” katanya.

Hasilnya, sudah ada 10 wanita yang menjadi korban. Satu orang telah berhasil disetubuhi.

“Orang yang sudah di video call dan dipaksa dengan iming-iming serta adanya pengancaman untuk persetubuhan. Salah satunya yang kita ambil dari video call di sini ada WA. Kemudian si pelaku mengajak untuk bersetubuh apabila yang bersangkutan tidak mau disebarkan ke video tersebut ke tunangannya,” ujarnya.

Untuk memuluskan aksinya, biasanya pria ini mengimingi sejumlah uang yang beragam. Mulai dari Rp 4 juta hingga Rp 15 juta.

“Jadi ada tarifnya, ketika meminta membuka baju itu Rp 4 juta, kemudian Rp 6 juta, Rp 9 juta sampai Rp 15 juta. Ada yang pernah disetubuhi. Dari data sementara dari berita acara perkara satu tapi yang lainnya sementara berproses untuk saksi dan korbannya juga mungkin ada yang malu ya.”

“Kita menyita 6 barang bukti dan disini kita kenakan undang-undang RI nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi dan ancaman hukumannya 12 tahun penjara,” jelasnya.

Sementara itu menurut pengakuan AT, sasaran korbannya adalah wanita yang sudah dikenalnya. “Saya kerja di Koperasi di Situbondo baru satu bulan. Jadi saya kenal dengan anaknya itu kemudian saya chatt dan minta video call. Saya iming-iming uang sampai dia mau. Kalau berhasil saya simpan kemudian saya ancam agar mau berhubungan badan,” pungkasnya. [rin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar