Hukum & Kriminal

Pemkot Malang Dukung Polisi dalam Kasus Dugaan Kepala Dispangtan Terjerat Narkoba

Kabid Humas Polda Jatim, Komisaris Besar Polisi Gatot Repli Handoko memimpin langsung kasus pengungkapan jaringan narkoba yang melibatkan Kepala Dispangtan Kota Malang.

Malang (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Malang mendukung langkah polisi dalam mengungkap dugaan kasus narkoba di lingkungan mereka. Satreskoba Polresta Malang Kota sebelumnya telah mengungkap jaringan narkoba dengan 6 tersangka.

Dimana salah satu tersangka adalah Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang berinsial AH. Dia ditangkap bersama dua wanita berinisial FN dan CR serta 3 orang lainnya IL, FR dan GN. Pengungkapan kasus inilah yang membuat polisi salah gerebek kamar di sebuah hotel karena mendapat informasi sesat dari salah satu tersangka terkait nomor kamar hotel yang ternyata ditempati Kolonel TNI AD.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, mereka telah tegas dan berkomitmen menyatakan perang terhadap narkoba apalagi itu di lingkungan Pemkot Malang. Untuk itu, dalam kasus ini mereka menyatakan mendukung polisi.

“Kami tegaskan itu komitmen kami, dan saya tentu mendukung langkah langkah yang dilakukan aparat penegak hukum dalam penanganannya,” kata Sutiaji, Senin, (29/3/2021).

Sutiaji mengatakan, dugaan terlibatnya ASN dalam kasus jaringan narkoba telah diatur dalam peraturan pemerintah nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin ASN. Mereka juga menghormati proses hukum yang kini ditangani langsung oleh Polda Jatim.

“Kami menegaskan menghormati proses hukum yang berjalan, ada pun hal hal yang bersifat kedisiplinan ASN. Dinyatakannya itu telah diatur dalam PP 53 tahun 2010 tentang disiplin ASN. Saya mengajak dan menghimbau Warga Kota Malang, dari semua profesi, gender, tanpa pandang usia untuk tetap waspada bahaya narkoba, untuk menjauhi dan memeranginya,” papar Sutiaji.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jatim, Komisaris Besar Polisi Gatot Repli Handoko mengungkapkan kasus salah penggerebekan kamar tamu hotel di Kota Malang, bermula dari pengembangan kasus narkoba. Satreskoba Polresta Malang Kota yang sedang memburu kelompok pengguna narkoba mendapat informasi yang salah dari tersangka IL. Kamar yang digrebek ternyata kamar seorang Kolonel TNI.

Usai dirilis mereka langsung dibawa ke Mapolda Jatim di Surabaya. Berbeda dengan kasus-kasus narkoba lainnya. Dikatakan Gatot semua demi mempercepat proses hukum yang menjerat mereka.

“Masih dikembangkan lagi, makanya yang ada (tersangka) dulu kita geser ke Polda Jatim. Tidak ada (tekanan). Polri tetap menangani kasus sesuai aturan hukum yang ada. Tidak ada istilah beking-bekingan, kita tetap periksa. Kita sidik dan tuntaskan sampai pengadilan. Barang buktinya 4 paket sabu, dan 20 paket ganja, juga ada inexnya, dan sebuah HP,” tandas Gatot.

Buntut dari kasus ini, Kasat Reskoba Komisaris Polisi Anria Rosa Piliang dimutasi oleh Polda Jawa Timur. Dia dimutasi atau alih tugas sebagai Analisa Kebijakan Pertama Bidang Psikotropika Ditresnarkoba Polda Jatim. Dia digantikan oleh Ajun Komisaris Polisi Danang Yudanto yang sebelumnya menjabat sebagai Panit II Unit III Subdit I Ditreskrimum Polda Jatim. [luc/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim Foto

Air Terjun Telunjuk Raung

Foto-foto Longsor di Ngetos Nganjuk