Hukum & Kriminal

Diduga Serobot Tanah untuk Pembangunan RS Mohammad Zyn

Pemkab Sampang Digugat Warganya di PTUN Surabaya

Sidoarjo (beritajatim.com) – Pemkab Sampang dan BPN Sampang digugat oleh ahli waris Marhatip atau Marhalal warga Sampang ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya Jalan Juanda. Gugatan atas dugaan penyerobotan untuk pembangunan Rumah Sakit dr Mohammad Zyn.

Sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan alat bukti, pihak tergugat tak hadir tanpa adanya keterangan yang jelas. Sidang hanya dihadiri pihak penggugat disertai penasihat hukumnya.

Ketua Majelis Hakim Andri Swasono menyatakan kepada pihak penggugat sudah melayangkan surat panggilan dua kali. PTUN akan melayangkan panggilan ketiga untuk sidang pekan depan.

“Saya minta pihak penggugat juga melengkapi berkas dalam materi gugatan ini. Untuk pihak tergugat, akan kita kirim surat panggilan ketiga,” kata Andri Swasono Selasa (18/8/2020).

Di depan majlis hakim, pihak penggugat menunjukkan alat bukti berupa persil milik ahli waris. Selain itu, penasihat hukum penggugat juga menyerahkan bukti peta yang menunjukkan batasan-batasan kepemilikan tanah.

Penasihat hukum penggugat, Arief Sulaiman mempertanyakan ketidakhadiran para tergugat dalam persidangan tersebut. Padahal pihak penggugat ingin mengetahui alat bukti apa yang digunakan tergugat dalam sengketa tanah ini. “Ini menunjukkan mereka sebenarnya tidak siap membawa alat bukti,” ucap Arief.

Arief menambahkan, tanah yang digugat kliennya itu seluas 2.800 meter persegi. Tanah tersebut diserobot untuk pembangunan RS dr Mohammad Zyn yang luasnya mencapai 14 ribu m2.

Sengketa tanah tersebut juga pernah disidangkan di Pengadilan Negeri Sampang. Meskipun saat itu masih dalam sengketa dan persidangan, proses sertifikat tanah rumah sakit tersebut ternyata tetap dilanjutkan pihak BPN Sampang. “Entah menggunakan dasar apa, sertifikat tersebut akhirnya terbit 2019,” tukas Arief keheranan.

Akhirnya sidang di PN Sampang juga dimenangkan pihak tergugat, karena hakim menolak gugatan ahli waris. Tak terima gugatannya ditolak, ahli waris kemudian melanjutkan gugatan ke PTUN Surabaya. [isa/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar