Hukum & Kriminal

Pemkab Gresik dan Kejaksaan Dirikan Rumah Napza

Gresik (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, dan Korps Adhyaksa atau Kejaksaan mendirikan rumah napza untuk rehabilitasi dalam upaya penanggulangan narkotika. Rumah rehabilitasi itu, berada di kompleks RSUD Ibnu Sina. Nantinya keberadaan rumah tersebut diperuntukkan melayani pemeriksaan fisik, layanan laboratorium hingga terapi bagi pasien.

“Kasus penyalahgunaan narkoba di Gresik cukup tinggi. Ini tidak lepas sebagai daerah penyangga Kota Surabaya. Sehingga, mobilitas masyarakatnya sangat dinamis,” ujar Bupati Fandi Akhmad Yani, Selasa (22/01/2023).

Mantan Ketua DPRD Gresik itu menambahkan, rumah rehabilitasi ini termasuk yang ke 22 di Jawa Timur. Kedepannya, tempat tersebut diupayakan bisa melayani pengobatan tahap pertama dan kedua bagi pasien narkoba, dan tidak dipungut biaya alias gratis khusus bagi warga Gresik.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur, Mia Amiati mengatakan, kasus narkotika menjadi perhatian khusus. Pasalnya, penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Gresik masih tinggi. “Narkotika harus dicegah, sebab bahan yang dikarang oleh pemerintah itu sering menjadi awal dimulainya berbagai kasus kriminal lainnya,” katanya.

Dirinya mengapresiasi perhatian, dan sinergi antara Pemkab Gresik dengan Kejaksaan. Melalui kolaborasi ini tercipta situasi yang aman, nyaman dan kondusif. “Rumah napza yang dilengkapi sarana dan prasarana ini, semoga bisa semakin mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Gresik,” ungkapnya.

Seperti diketahui, rumah napza yang dirikan di Kabupaten Gresik merupakan yang ke 22 yang tersebar di Jawa Timur. Rumah rehabilitasi itu, melayani pengobatan tahap pertama dan kedua. Adanya rumah ini sangat membantu. Sebab, sebelumnya pasien narkoba yang hendak rehabilitasi dikirim ke Surabaya, atau ke daerah lain. [dny/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar