Hukum & Kriminal

Pembunuhan Guru; Suami Dituntut 20 Tahun Penjara, Istri 12 Tahun

foto/ilustrasi

Jombang (beritajatim.com) – Pasangan suami istri (pasutri), Wahyu Puji Winarno (30) dan Sari Wahyu Ningsih (21), hanya bisa tertunduk lesu, Rabu (1/7/2020). Itu setelah JPU (Jaksa Penuntut Umum) Kejaksaan Negeri Jombang menuntut mereka dengan hukuman berbeda dalam kasus pembunuhan guru SMPN 1 Perak.

Wahyu atau terdakwa I dituntut dengan hukuman 20 tahun penjara, sedangkan Sari atau terdakwa II dituntut 12 tahun. JPU menyebut, ditemukan fakta persidangan bahwa pasutri ini telah merencanakan aksinya untuk menghabisi nyawa guru SMPN 1 Perak, Elly Marida.

“Kedua terdakwa dijerat pasal 339 KUHP. Terdakwa I kita tuntut 20 tahun penjara, sedangkan terdakwa II, 12 tahun penjara,” terang Kasipidum Kejaksaan Negeri Jombang Tedhy Widodo.

Usai pembacaan tuntutan, baik Wahyu maupun Sari disilakan memberikan tanggapan. Pasutri ini meminta pengampunan dan keringanan hukuman. Wahyu beralasan, awalnya tidak berniat membunuh korban. Namun saat guru SMP itu berteriak, Wahyu panik. Dia kemudian menghabisi warga Dusun Temon, Desa Temuwulan, Kecamatan Perak tersebut.

Lain lagi dengan alasan Sari. Dia meminta keringanan hukuman karena masih memiliki anak berusia tiga tahun. Sudah begitu, saat ini dirinya juga tengah mengandung. “Jadi saya minta keringanan (hukuman),” kata Sari dalam sidang yang dilakukan secara online atau daring ini.

Kedua terdakwa disidang secara bersamaan. Mereka mengikutinyan dari Lapas Klas IIb Jombang. Sementara JPU mengikuti sidang di salah satu ruangan Kejaksaan. Sedangkan Majelis Hakim memimpin sidang di salah satu ruangan PN (Pengadilan Negeri) setempat, bersama penasehat hukum terdakwa.

Kasus pembunuhan yang dilakukan pasutri asal Desa Ngrandu, Kecamatan Perak ini terjadi pada Sabtu (21/12/2019). Berawal ketika Elly Marida, guru SMP Negeri 1 Perak, ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya, Desa Temuwulan, Kecamatan Perak.

Di Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi menemukan sebuah paving balok atau batako ukuran besar serta pisau dapur yang bengkok. Pada dua benda tersebut terdapat noda darah yang sudah mengering. Tiga minggu kemudian, polisi berhasil menangkap kedua pelaku.

Dari penangkapan itulah akhirnya terungkap motif tragedi berdarah tersebut. Pasutri ini ingin menguasai harta korban. Modusnya, mereka berpura-pura mencari tempat kos. Pasalnya, selain berprofesi sebagai guru. Elly juga pengusaha kos-kosan. Singkat cerita, Wahyu dan Sari kemudian membunuh guru SMP itu. [suf]






Apa Reaksi Anda?

Komentar