Hukum & Kriminal

Pembunuhan di Hotel Kediri Bongkar Bisnis Prostitusi Gadis di Bawah Umur

Kediri (beritajatim.com) – Kasus pembunuhan sadis yang dilakukan Refi Purnomo (24) warga Tuban terhadap M (17) gadis di bawah umur asal Kota Bandung, Jawa Barat yang jenazahnya ditemukan di kamar 421 Hotel Lotus Garden, Kota Kediri membongkar adanya praktik prostitusi online berkedok expo di Kediri.

Bisnis pelacuran tersebut dijalankan oleh Derry Kurniawan, pacar korban bersama saudaranya Niki (38) dan Diki (35), semuanya warga Bandung. Ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka mucikari oleh Satreskrim Polres Kediri Kota.

Rombongan korban datang ke Kediri, pada Minggu (28/2/2021). Mereka berjumlah lima orang yaitu, korban, Derry, Niki, Diki dan T. Mereka kemudian memboking dua buah kamar di Hotel Lotus Garden Kota Kediri.

Dari hotel tersebut, ketiga pelaku mucikari membuka praktek prostitusi jenis expo. Dengan memanfaatkan aplikasi pertemanan Michat, para pelaku menawarkan layanan esek-esek anak di bawah umur. Sebab, selain korban M, satu anak gadis dari Niki (kakak Derry) juga dijual. Dua korban genap berusia 17 dan 16 tahun.

Menurut Kasat Reskrim Polres Kediri Kota, AKP Verawati Thaib, praktik pelacuran expo tersebut telah dilakoni para tersangka selama satu tahun terakhir. Mereka road show ke wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, sebagai kota sasaran.

“Jadi pelaku memacari korban. Kemudian menjualnya kepada orang lain. Bahkan, pelaku mucikari lain tega memperdagangkan anak kandungnya sendiri,” jelas AKP Vera.

Dalam menjalankan praktik prostitusi online berkedok expo ini, para pelaku mengoperasikan ponsel sebagai sarana berkomunikasi dengan pelanggan. Termasuk negosiasi harga layanan esek-esek yang ditawarkan.

“Menurut pengakuannya, untuk korban M mereka tawarkan harga Rp 700 ribu. Semua kebutuhan korban mulai dari hotel, makan sudah ditanggung oleh pelaku,” imbuh Vera.

Latar Belakang dari Pemulung

Tuntutan ekonomi menjadi alasan utama sekeluarga asal Kota Bandung, Jawa Barat ini menekuni bisnis prostitusi online. Baik Derry Kurniawan maupun kakaknya Niki dari latar belakang keluarga kurang mampu.

Di tempat asalnya Kota Kembang, pelaku awalnya bekerja sebagai pemulung. Pun demikian dengan keluarga korban M. Mereka lantas memilih jalan pintas untuk memperbaiki taraf ekonomi keluarga. Mereka jadi mucikari dan korban jadi pekerja seks komersial (PSK).

“Di Bandung mereka sebagai pemulung. Apalagi korban. Sungguh kasihan sekali. Kemarin saat pemulangan jenazah, mereka kesulitan. Bapak Kapolres yang membantu biaya pemulangan semuanya. Bahkan, kami ada acara doa bersama disini. Sungguh kasihan,” kata Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Verawati Thaib.

Ketiga tersangka mucikari telah diamankan di Mapolres Kediri Kota. Mereka masih menjalani serangkaian pemeriksaan. Sedangkan korban lain dalam perdagangan anak di bawah umur ini kini dalam pendampingan pihak berwenang.

Sementara itu, Satreskrim Polres Kediri Kota masih mengembangkan kasus prostitusi online anak d ibawah umur ini. Kepolisian juga menyasar hotel hotel di wilayah hukumnya yang mudah dalam memberikan ruang prostitusi.

Sebelumnya, Satreskrim Polres Kediri Kota menangkap Refi Purnomo (24). Warga Kabupaten Tuban itu terbukti sebagai pelaku pembunuhan sadis terhadap M (17) gadis Bandung yang jenazahnya ditemukan di Kamar 421 Hotel Lotus Garden Kota Kediri, Minggu (28/2/2021) sore.

Refi tega menghabisi nyawa korban karena tidak sanggup bayar jasa kencan. Dari harga Rp 700 yang disepakati, pelaku hanya membayar Rp 300 ribu. Korban yang tidak terima akhirnya berteriak-teriak. Karena panik, pelaku kemudian menghabisi nyawa korban.

Pelaku menusukkan pisau yang dibawa dari rumah. Kasus pembunuhan sadis itu sendiri bermula dari, praktek prostitusi yang dijalankan Derry Kurniawan beserta kerabatnya asal Bandung. Mereka menjual korban melalui aplikasi pertemanan Michat.

Dari situlah korban bertemu dengan pelaku sebagai pelanggannya. Pembunuhan terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Dimana, setelah pelaku mengencani korban, tidak sanggup bayar penuh jasa esek-esek.

Kasus pembunuhan ini sendiri terbongkar dari hasil analisa kamera pengawas di hotel yang dilakukan kepolisian. Pelaku tertangkap rekaman CCTV saat masuk kamar korban dengan ciri ciri memakai helm dan penutup wajah.

Pelaku dilacak dari ojek online yang ditumpanginya. Akhirnya, pelaku berhasil dibekuk dari tempat kosnya di Desa Kwadungan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Namun karena berusaha kabur ketika diminta menunjukkan barang bukti, akhirnya pelaku dilumpuhkan dengan tembakan di kaki kirinya.

Akibat perbuatannya, tersangka Refi Purnomo dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan hukuman seumur hidup. Sedangkan tiga tersangka mucikari disangka Undang-undang Perlindungan Anak No 23 Tahun 2002 dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.  [nm/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar