Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Pembunuhan Berencana, Trainer Fitnes Araya Club House Dituntut 20 Tahun Penjara

Surabaya (beritajatim.com) – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Zulfikar menuntut 20 tahun penjara kepada Eren bin Alay karena dianggap terbukti melakukan pembunuhan berencana terhadap Fardi Chandra (korban). Dalam tuntutannya, JPU Zulfikar menyatakan sebagaimana keterangan saksi dalam persidangan, perbuatan terdakwa Eren bin Alay telah memenuhi unsur dakwaan pasal 340.

Jaksa yang betugas di Kejari Tanjung Perak ini menyatakan, perbuatan yang dilakukan trainer Fitnes Araya Club House ke member Fardi Chandra (korban) dilakukan secara sadis, hingga menyebabkan korban meninggal. Hal inilah yang menjadi pertimbangan memberatkan dalam surat tuntutan jaksa.

“Memohon kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk menjatuhkan pidana penjara selama 20 tahun penjara kepada terdakwa Eren bin Alay, dikurangi selama terdakwa menjalani masa tahanan,” ujar jaksa Zulfikar, dengan meminta terdakwa Eren untuk tetap berada dalam tahanan dan membayar biaya perkara sebesar Rp 2 ribu.

Atas tuntutan 20 tahun penjara ini, Majelis Hakim yang diketuai Agung Gde Pranata menawarkan kepada terdakwa Eren maupun tim penasihat hukumnya untuk mengajukan pembelaan. “Silahkan bisa diajukan lisan maupun tertulis atau diserahkan ke penasehat hukum saudara,” kata hakim Agung Gde Pranata kepada terdakwa Eren.

Sidang pembelaan tersebut sedianya akan digelar satu pekan mendatang, Kamis (21/10/2021). “Sidang hari ini dinyatakan selesai dan ditutup,” tandas hakim Agung Gde Pranata menutup persidangan.

Dari pantauan, sidang pembacaan tuntutan kasus pembunuhan ini juga disaksikan Yuliana Sinatra (istri korban) dan keluarganya, dengan didampingi kuasa hukumnya Joni Irwansyah, SH.MH. Kepada wartawan, Yuliana Sinatra berharap agar terdakwa Eren dijatuhi hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.

Menurutnya, perbuatan Eren telah membuat trauma bagi dia dan anak-anaknya. “Sampai hari ini, khususnya anak-anak saya masih trauma. Karena itu keadilan harus ditegakkan. Dia (terdakwa) harus dihukum sesuai perbuatannya,” tandasnya.

Untuk diketahui, peristiwa pembunuhan keji ini terjadi Senin (26/4/2021). Saat itu, Eren mendatangi Fardi Chandra (korban) di tempat latihan fitnes sambil marah-marah karena merasa tak terima dirinya dijelek-jelekkan di belakang.

Korban pun telah mengklarifikasi tudingan terdakwa Eren. Namun terdakwa yang tinggal di Mulyosari Prima 1 Nomor 14 Surabaya dan di Kapas Gading Madya 2 A Surabaya ini tetap tidak terima. Eren justru menyiapkan rencana pembunuhan ke korban, dengan membeli pisau di Superindo, Jalan Arif Rahman Hakim Surabaya.

Usai membeli pisau, terdakwa kembali menemui korban di tempat parkiran Araya Club House dan menusukkan pisau tersebut hingga puluhan kali. Tusukan tersebut menyebabkan korban Fardi Chandra meninggal dunia. [uci/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar