Hukum & Kriminal

Pembunuh Pacar Sendiri di Sungai Galok Sampung Divonis 20 Tahun Penjara

Terdakwa Joko Hermanto saat keluar dari persidangan.(foto : Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Ketok palu majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Ponorogo, mengakhiri pembacaan putusan hukuman terhadap Joko Hermanto (27), terdakwa kasus pembunuhan Herfina Rahma Sari. Perempuan berumur 19 tahun itu dibunuh oleh Joko, yang tidak lain adalah pacarnya sendiri. Eksekusi pembunuhan dilakukan di tepi sungai Galok Desa/Kecamatan Sampung pada 23 Juli 2019 lalu.

Dalam putusan persidangan yang dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Sutrisno, memutuskan hukuman terhadap Joko Hermanto selama 20 tahun penjara. Majelis hakim menyatakan terdakwa Joko Hermanto secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pembunuhan berencana.

Usai persidangan, Ketua Majelis Hakim yang merangkap menjadi humas PN Ponorogo ini, Sutrisno mengungkapkan putusan persidangan. Pihaknya mengacu pada vonis hukuman pada pasal 340 KUHP terkait pembunuhan berencana, ialah hukuman mati, hukuman penjara seumur hidup dan hukuman penjara pada waktu tertentu. Akhirnya diputuskan, hukuman penjara oada waktu tertentu, itu maksimal penjara 20 tahun. “Kami maksimalkan vonis penjara selama 20 tahun,” kata Sutrisno, Kamis (5/3/2020).

Alasan hal yang memberatkan adalah terdakwa jelas sangat sadis membunuh pacarnya sendiri. Selain itu, korban dalam keadan hamil, dimana cabang bayi terswbut mempunyai hak untuk hidup dan dilindungi oleh UU Perlindungan anak. Selain itu, terdakwa ternyata pernah menjalani pidana dalam kasus persetubuhan. “Untuk alasan yang meringankan tidak ada, mungkin cuma mengaku terus terang melakukan pembunuhan,” katanya.

Sementara itu, jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo Nanang Triyanto mengungkapkan sependapat dengan putusan majelis hakim. Namun, terkait keputusan menerima atau tidaknya, pihaknya masih pikir-pikir. Selain itu JPU juga masih melihat tanggapan dari terdakwa atau penasehat hukum terdakwa. “Masih ada waktu 7 hari untuk memutuskan. Kami lihat dulu tanggapan dari pihak terdakwa seperti apa, baru kami memutuskan,” pungkasnya. (end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar