Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Pembunuh Ayah Kandung Jadi Pemarah Sejak Rumah Direnovasi

Malang (beritajatim.com) – Warga Desa Jambangan, Kecamatan Dampit Kabupaten Malang, Suradi (65) tewas karena dibunuh telah dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) untuk dilakukan visum. Suradi diketahui tewas setelah dibacok oleh anak kandungnya sendiri, Budi Cahyono atau Hudi (37).

Informasi yang dihimpun, Budi Cahyono ternyata mengidap depresi. Namun perangkat Desa Jambangan, Sabar Santoso mengatakan, meskipun Budi Cahyono mengalami depresi, ia masih bisa diajak untuk berkomunikasi.

“Pembawaannya itu diam, tenang, dan dia lebih sering menyendiri,” kata Sabar saat ditemui di RSSA Malang, Rabu (5/1/2022).

Menurut Sabar, perubahan perilaku Budi Cahyono terlihat sejak rumah yang ia tinggali bersama orang tuanya tersebut direnovasi. Yang dilakukan sejak sekitar 10 hari yang lalu.

“Kalau depresinya sudah lama. Kurang lebihnya 10 tahun. Rumahnya dibongkar sejak 10 harian yang lalu. Tapi dia sering menyendiri, namun 10 hari terakhir ini dia marah-marah karena rumahnya dibongkar,” imbuh Sabar.

Selain menewaskan ayah kandungnya, tindakan yang dilakukan oleh Budi Cahyono ternyata juga membuat kakaknya mengalami luka sabetan senjata tajam, celurit yang digunakan menghabisi ayahnya.

“Kakaknya perempuan bernama Ponimi itu berusaha mau menolong, malah kena sabetan celuritnya. Kena di pelipis sama di tangan,” terang Sabar.

Sehari-hari, pelaku juga tinggal bersama orang tuanya dan 2 anggota keluarga lainnya. Termasuk kakak perempuannya yang juga terkena sabetan senjata tajamnya.

Sebelumnya, Budi Cahyono tinggal bersama istrinya. Karena mengidap depresi, istrinya pun menggugat cerai dirinya. Sejak saat itu, ia kembali tinggal bersama orang tuanya.

“Kalau ibunya sudah meninggal. Karena depresi, akhirnya dia (Budi Cahyono) digugat cerai istrinya. Lalu kembali tinggal bersama orang tuanya itu,” pungkas Sabar. [yog/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar