Hukum & Kriminal

Pembobol Rumah Kosong Ini Beri Tips Sasaran Perampokan

Surabaya (beritajatim.com) – Dua pelaku sekaligus residivis pembobolan rumah osong diringkus Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Kota Besar (Polrestabes) Surabaya. Kedua pelaku masing-masing Alendrala (39) warga Bogor dan Andryan Kaspari (23) warga Bojonergoro.

Mereka dalam menjalankan aksi hanya memetakan selama sejam untuk memastikan rumah itu layak untuk dibobol.

“Pertama saya keliling daerah untuk mencari rumah. Cirinya rumah kosong itu pertama lampu menyala saat siang hari. Jika ada beberapa titik lampu menyala, maka kami masuk untuk merampok,” katanya kepada beritajatim.com.

Selangkah kaki mereka berpijak, para pelaku melihat sekeliling rumah apakah menandakan kosong atau tidak. Jika masih ragu mereka memastikan dengan melihat dedauann atau sampah kotor berserakan dan tak dibersihkan, adalah ciri kedua dari pengakuan para pelaku.

Maka jika memang posisi rumput, daun dan sampah menunjukkan tak ada keraguan lagi mereka pun masuk.

“Selain itu jika masih ragu maka kita juga lakukan pengecekan got, drainase atau selokan pembuangan pengairan rumah. Jika memang kering dan nampak gak ada aliran, kami akan semakin yakin rumah itu kosong. Seperti di empat rumah yang saya bobol, semua ciri itu membuat saya berhasil membaca situasi rumah kosong,” lanjutnya.

Kanit Jatanras, Polrestabes Surabaya, Iptu Arief Ryzky Wicaksana menjelaskan, pelaku AL alias Alendrala sudah dua kali ini masuk penjara. Menurut data kepolisian dulu 2016 pelaku sempat keluar penjara. Mengaku tak ada kemampuan berwirausaha dan tak ada kerjaan.

Pelaku melakukan pencurian kembali awal Januari 2020 lalu  di Kota Surabaya. Setiap bulan pelaku membobol satu rumah kosong di ‘Kota Pahlawan’. Karema tertangkap kamera pengawas, pelaku pun berhasil ditangkap di Bojonegoro.

“Keduanya kita amankan di Bojonegoro. Pelaku AL justru melawan dan harus dilumpuhkan menggunakan senjata revolver milik petugas. Mungkin karena merasa sudah pernah masuk penjara jadi melawan petugas. Barang bukti yang kita amankan yakni mobil Jazz Nopol L 1131 HU, jam tangan mewah, leptop dan ponsel pintar seri S,” paparnya.

Kini pelaku pun harus kembali merasakan pahitnya kehidupan di lapas dengan ancaman 363 KUHP. Sedangkan barang bukti yang diambil sudah diketahui pemilik dan akan dikembalikan usai peradilan selesai.(man/ted)

 





Apa Reaksi Anda?

Komentar