Hukum & Kriminal

Pembobol Gedung Sekolah Juga Curi Sound System Bantuan Bupati Malang

Winarto (53), salah satu Guru SDN 2 Talangagung, Kepanjen, Kabupaten Malang, usai menerima laptop pengembalian barang milik sekolah yang dicuri kawanan pelaku dari Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, Rabu (2/10/2019).

Malang (beritajatim.com) – Penadah barang curian dari 18 sekolah se Kabupaten Malang, Ardi Wiranata (31), warga Desa Banjarejo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang berdalih, ia membeli banyak seperangkat alat elektronik seperti komputer untuk dijual lagi.

“Saya nggak tahu mas kalau itu barang curian,” kata Ardi, tersangka kawanan spesialis pembobol gedung sekolah, Rabu (2/10/2019).

Ardi ditetapkan Satreskrim Polres Malang sebagai penadah. Ardi punya toko komputer di wilayah Gondanglegi. Turut diamankan bersama Ardi yakni Hariono (25), warga Desa Kidangbang, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Ma’ali (24), warga Desa Wajak, Kecamatan Wajak. Serta, seorang driver yang membawa barang curian berinisial HDS (18), warga Desa Wajak, Kecamatan Wajak. Mobil jenis Daihatsu Xenia warna hitan itu, disita Polisi sebagai barang bukti.

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung menjelaskan, kawanan pelaku sudah beraksi di 18 lokasi. “Di Kecamatan Kepanjen sudah 3 kali beraksi. Kromengan sebanyak 3 kali, kemudian di Kalipare, Bululawang dan Gondanglegi masing-masing 2 kali beraksi. Di Poncokusumo 3 kali. Termasuk di Kecamatan Wajak, Dau dan Ngantang masing-masing beraksi satu kali,” papar Ujung.

Menurut Ujung, jumlah TKP dimungkinkan masih banyak. Karena masih ada sekolah-sekolah yang belum melapor. “Seluruh barang bukti kita amankan. Nanti akan kami serahkan pada pihak sekolah yang merasa kehilangan. Karena banyak data siswa dan nilai siswa dalam hardisk komputer maupun laptop,” ujarnya.

Sementara itu, Winarto (53), salah satu Guru SDN 2 Talangagung, Kepanjen, Kabupaten Malang, usai menerima laptop pengembalian barang milik sekolah yang dicuri kawanan pelaku dari Kapolres Malang

menambahkan, barang yang dicuri mulai dari laptop, komputer dan juga sound system bantuan dari Bupati Malang, Rendra Kresna.

“Sound system yang dicuri pelaku ini bantuan Pak Bupati. Tahun lalu kita terima bantuan untuk sound system. Kita pakai buat senam pagi anak-anak. Karena hilang, ya terpaksa kita tak bisa senam lagi,” bebernya.

Winarto menegaskan, barang tersebut dicuri pelaku dari gedung sekolah pada Juli 2019 lalu. Sejumlah data dan nilai siswa pun berada di file komputer dan laptop. “Terimakasih kami sampaikan pada Pak Kapolres Malang dan jajarannya. Semoga terus diberi kesehatan dan kekuatan dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” pungkasnya. (yog/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar