Hukum & Kriminal

Pembobol ATM Lintas Propinsi Dibekuk di Probolinggo

Probolinggo (beritajatim.com) – Dua pelaku aksi vandalisme pembobolan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Nasional Indonesia (BNI) di kawasan PT Eratex Jaja, JL. Soekarno-Hatta, Kota Probolinggo, dikeler polisi ke lokasi ATM untuk olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Senin (27/5) siang.

Keduanya adalah Susilo Hadi Hermansyah (54), warga Sumenep, Madura; dan Sugiyono (45), warga Tegal Gede, Kabupaten Karang Anyar, Jawa Tengah, diketahui sebagai residivis kasus yang sama lintas propinsi.

Dari olah TKP diketahui, masing-masing pelaku memiliki tugas berbeda. Tersangka Susilo, menutup kemera CCTV agar tidak terlihat. Sedangkan Sugiono, menguras isi ATM.

Sekedar diketahui, peristiwa terjadi pada Sabtu (25/5) dinihari itu, dilakukan oleh tiga pelaku. Namun satu lainnya berperan mengamati lokasi di dalam mobil berhasil kabur.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP. Alfian Nurrizal, di lokasi mengatakan, modus pembobolan ATM tersebut menggunakan teknik card fishing. Mereka memasukkan kartu ATM, lalu mengganjal lubang pengambilan uang dengan penggaris.

Dari cara ini, pelaku mengambil uang di dalam mesin sebesar Rp20 juta. “Tehknik yang digunakan sederhana. Yakni dengan memutus dan menyambung sumber listrik di ATM. Kemudian uang diambil menggunakan alat penjempit yang mereka modifikasi sendiri,” katanya.

Dari pengakuan tersangka, sebelum tertangkap di Probolinggo, mereka membobol ATM di Jawa Tengah, yakni Sragen dan Pekalongan. “Mereka dikenakan pasal 363 KUHP dengan pidana 5 tahun penjara,” tutup Alfian Nurrizal.

Sementara itu, Kepala BNI Cabang Probolinggo, Sri Wijayanti, memastikan pengamanan setiap mesin ATM masih menjadi prioritas. Bila ada tindakan yang mencurigakan akan terpantau oleh vendor atau pemantau mesin ATM. “Untuk nasabah kami akan selalu mengutamakan kenyamanan, bila terjadi trouble saat transaksi di mesin ATM maka segera melapor ke BNI,” katanya. [eko/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar