Hukum & Kriminal

Pemberi Fee Pejabat Disdik Sampang Diperiksa Kejaksaan

Sampang (beritajatim.com) – Proses penyidikan terhadap dua orang PNS di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang, atas dugaan kasus penarikan fee proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SDN Banyuanyar 2 terus dikembangkan. Terbaru, Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat memanggil inisial ESU selaku pemberi uang fee dari pihak sekolah.

Kasi Pidsus Kejari Sampang, Edi Sutomo. mengatakan pemanggilan terhadap ESU dari SDN Banyuanyar 2 untuk dimintai keterangan soal penarikan fee proyek yang dilakukan oleh tersangka AR yang kini sedang dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) kelas IIB Sampang. “Dimintai keterangan untuk melengkapi berkas penyidikan dan administrasi,” terangnya, Selasa (30/7/2019).

Lanjut Edi, status ESU masih sebatas saksi dan hasil pemeriksaan ESU mengaku mendapat tekanan beberapa orang untuk memberikan fee atas pembangunan RKB di sekolahnya yang mendapatkan kucuran dana APBN sebesar Rp 1,4 milyar. “Yang meminta untuk memberikan fee, bukan hanya AR, saja tapi ada pihak lain. karena ada paksaan akhirnya ESU memberikan fee itu,” imbuhnya.

Sekedar diketahui, dua orang PNS Dinas Pendidikan yakni Kasi Sarana dan Prasarana (Sarpras) Bidang Sekolah Dasar (SD) AR dan MW yang diamankan oleh Kejari Sampang atas dugaaan penarikan fee proyek terhadap pengerjaan Ruang Kelas Baru (RKB) di SDN 2 Banyuanyar dengan anggaran senilai Rp 1,4 miliar dari APBN Ta 2019. Keduanya diciduk di Jalan Mutiara, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Sampang, usai mendatangi kepsek SDN 2 Banyuanyar, sekitar pukul 09.30 WIB, Rabu 24 Juli 2019 kemarin.[sar/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar