Hukum & Kriminal

Pelatihan Mediator Dewan Sengketa Kurangi Penumpukan Perkara di Pengadilan

Para penyelenggara pelatihan mediator dewan sengketa

Surabaya (beritajatim.com) – Perkumpulan Yuris Indonesia bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Surabaya menggelar Pelatihan Mediator Dewan Sengketa Indonesia. Dengan adanya pelatihan dewan mediator ini diharapkan bisa melaksanakan fungsi secara optimal yakni mengurangi potensi penumpukan perkara di pengadilan.

Pelatihan mediator dewan sengketa ini  digelar dari tanggal 18 Januari 2013 sampai dengan 22 Januari 2023. Pelatihan Mediator Dewan Sengketa Indonesia kali ini merupakan Batch XXXIX dan menghadirkan  pemateri dari mahkamah agung, akademisi dan praktisi mediasi. 

Ketua Dewan Sengketa Indonesia Provinsi Jawa TImur Dr. Bambang SAS. SH.MH menerangkan bahwa pada hari kelima atau hari terakhir akan ada ujian Role Play terhadap kasus yang akan diuji oleh tiga Asesor yang telah ditunjuk oleh DSI pusat untuk menentukan para peserta sudah bisa dinyatakan lulus atau tidak.

Anandyo Susetyo, SH, MH. CP.Arb  advokat yang akrab disapa Anton sebagai Ketua Umum perkumpulan Yuris Indonesia sebagai penyelenggara mengatakan dengan bertambahnya Mediator yang terakreditasi Mahkamah Agung diharapkan akan mengurangi potensi penumpukan perkara di jalur pengadilan. “Namun kedepan selain perdata mediator bisa juga mengurangi pelaporan pidana melalui Restorasi Justice yang mulai marak setelah pandemi,” ujarnya 

Mewakili pihak Universitas Muhammadiyah Surabaya yaitu Dekan Fakultas Hukum Dr. Asri Wijayanti SH.MH sangat merespon terhadap sosialisasi pelatihan Mediator yang diselenggarakan bersama Yuris Indonesia juga Dewan Sengketa Indonesia, sehingga menambah solusi penyelesain sengketa di Indonesia. Sementara pelatihan ini sendiri diikuti oleh berbagai kalangan baik itu mahasiswa, akademisi dan juga profesi. [uci/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar