Hukum & Kriminal

Pelanggaran Lalin di Kediri Meningkat

Polresta Kediri menggelar pres rilis hasil Operasi Patuh Semeru 2020.

Kediri (beritajatim.com) – Jumlah pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh pengguna jalan di Kediri selama Operasi Patuh Semeru 2020 meningkat. Satlantas Polresta Kediri mencatat pelanggaran tahun 2020 sebanyak 2.629 dan tahun 2019 sebesar 2.525.

Peningkatan jumlah pelanggaran sebesar 4,12 persen. Akan tetapi sanksi tilang turun sebesar 77,77 persen. Untuk tahun 2019, sanksi tilang mencapai 2.456 dan di tahun 2020 hanya 546 tilang.

Kapolresta Kediri, AKBP Miko Indrayana mengatakan, turunnya sanksi tilang ini karena pengendara sepeda motor lebih memperhatikan tata tertib berlalu lintas. Kesadaran masyarakat terutama pengguna jalan raya ini meningkat, dan kami selama Operasi Patuh Semeru 2020 mengedepankan tindakan preemtif.

“Selama Operasi Patuh Semeru 2020 kesadaran pengguna jalan meningkatkan,” kata AKBP Miko Indrayana.

Pada tahun 2019 ada 69 teguran di tahun 2020 jumlah teguran mencapai 2.083. Hasil ini diperoleh setelah pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2020 mulai 23 Juli lalu sampai 5 Agustus.

Polresta Kediri menggelar pres rilis hasil Operasi Patuh Semeru 2020.

Dari tujuh jenis potensi kecelakaan lalu lintas (laka lantas), jumlah pelanggar pengendara di bawah umur paling tinggi yaitu 290 kasus. Namun, jika dibandingkan dengan tahun 2019, jumlah ini turun sebesar 75,23 persen dari 1.171 kasus.

Pelanggaran tertinggi kedua yaitu pengendara yang tidak mengenakan helm Standar Nasional Indonesia (SNI). Pengendara yang tidak mengenakan helm SNI ini mencapai 165 kasus, jumlah ini turun 66,05 persen dari 486 kasus di tahun 2019.

Sedangkan ketiga teratas adalah pengendara yang melawan arus, mencapai 48 kasus dan turun sebesar 28,36 persen dari 67 kasus di tahun 2019. [nm/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar