Hukum & Kriminal

Kejari Kabupaten Mojokerto Terima SPDP Kasus Sodomi

Pelaku Sodomi Masih Usia 12 Tahun, Jaksa Pakai UU Peradilan Anak

Kasi Pidum Kejari Kabupaten Mojokerto, Arie Satria. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto sudah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus sodomi dengan pelaku anak. SPDP dari penyidik Polres Mojokerto diterima Kejari Kabupaten Mojokerto pada, Kamis (31/10/2019) pekan lalu.

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Kabupaten Mojokerto, Arie Satria mengatakan, penyidik Polres Mojokerto sudah mengirimkan SPDP kepada Kejari Kabupaten Mojokerto. “Tindak lanjut dari pengiriman SPDP ini, kita sudah menunjuk JPU,” ungkapnya, Rabu (6/11/2019).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang ditunjuk tersebut akan melakukan penelitian terhadap berkas perkara sodomi dengan pelaku anak, MAY (12). Masih kata Kasi Pidum, karena pelaku masih di bawah umur, yang berlaku terhadapnya perlindungan Undang-undang peradilan anak.

“Sehingga tata caranya berbeda dengan orang dewasa. Pastinya (proses cepat), jika dilakukan penahanan, penahanan juga berbeda dengan orang dewasa. Dari SPDP awal, kita belum bisa melihat karena ini masih uraian singkat. Fakta-fakta tersebut muncul di berkas perkara,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini pihaknya masih menunggu berkas perkara dari penyidik Polres Mojokerto. Tentunya, lanjut Kasi Pidum, JPU yang telah ditunjuk akan berkoordinasi dengan penyidik Polres Mojokerto. Karena saat ini, masih SPDP dan berkas perkara belum masuk.

“Posisinya saat ini masih SPDP, itu tahap I. Pada prinsisnya, ini berkas perkara belum masuk ke kita. Berkas masuk itu tahap I, setelah tahap I baru nanti terhadap berkas perkara itu akan dilakukan penelitian syarat formil dan syarat materiilnya. Jika sudah cukup lengkap akan P21,” tegasnya.

Jika dari JPU, terang Kasi Pidum, dinilai masih kurang tentunya pihaknya akan memberikan petunjuk yang akan dipenuhi penyidik Polres Mojokerto. Kasi Pidum menjelaskan, SPDP kasus sodomi pelaku anak tersebut diterima Kejari Kabupaten Mojokerto pada, Kamis (31/10/2019) pekan lalu.

“(Korban tambah) tidak mau berandai-andai. SPDP itu masih uraian singkat, belum detail. Detail di berkas perkara, nanti ada keterangan saksi, alat bukti yang dimiliki. Kami masih menunggu, yang pasti SPDP sudah dikirim penyidik kepada kami,” ujarnya.

Terkait apakah pelaku anak sudah ditahan? Kasi Pidum mengaku, itu masih wilayah penyidik, masih domainnya penyidik. Pihaknya tidak mau menggeneralisir karena tiap perkara berbeda.

“Kita hormati apapun keputusan yang akan diambil oleh penyidik mengenai hal tersebut. Pelaku dijerat UU Perlindungan Anak karena dia anak yang berlaku adalah peradilan anak, kalau orang dewasa di Pasal 17 ancamannya 15 tahun tapi kalau anak-anak 1/3 nya. Makanya kita cari yang pas karena ini anak-anak,” pungkasnya. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar