Hukum & Kriminal

Pelaku: Setahun Lebih Saya Menjambret

Lima pelaku jambret yang menjalani proses hukum saat gelar perkara di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (10/7/2020). [Foto/Manik Priyo Prabowo]

Surabaya (beritajatim.com) – Merunduk dan berbicara lesu, begitulah para pelaku saat menjalani gelar perkara kasus jambret di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (10/7/2020). Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan terjatuh juga. Itulah perumpaan bagi para pelaku jambret tersebut.

Dua dari lima pelaku yang diamankan mengaku belum pernah tertangkap meski sudah menjambret setahun lebih. Kepada petugas, para pelaku beberapa di antaranya memang residivis dan dua diantaranya masuk DPO (Daftar Pencarian Orang).

“Setahun lebih saya menjambret pak,” begitu jawaban Nino Defrin alias ND (18) warga Dupak, Surabaya saat menjawab pertannyaan Kanit Resmob Satreskrim Pilrestabes Iptu Arief Rizky.

Tak hanya ND, Fahmi Atamimi alias FA (20) warga Lasem, Imam Firdaus alias IF (22) warga Dupak, Aris Setyawan alias AS (20) warga Dupak, dan Ardiansyah alias AR (23) warga Manukan ini juga diamankan. Mereka merupakan anggota satu tim aksi jambret.

Para pelaku ini memiliki peran yang berbeda. Menurut pengakuan para pelaku, mereka baru melakukan 6 kali aksi kejahatan. Yakni di Dupak, Demak fan Jalan Arjuna. “Dua pelaku sepertinya baru tertangkap sekali ini dan lainnya residivis,” kata Iptu Rizky.

Sejumlah barang bukti yang disita dari pelaku penjambretan

“Tapi yang pasti mereka semua sudah diamankan semua dan yang tertangkap terakhir ini residivis. Mereka melakukan aksi saat malam. Yang disasar adalah wanita memakai tas cangklong di pundak,” katanya menambahkan.

Peran yang berbeda membuat para ‘tupai’ ini pandai meloncat dan lari. Bagaimana tidak, lanjut Ryzky, mereka bermain bersih dan cepat. Satu pelaku sebagai eksekutor, satu pelaku lagi sebagai pembuka jalan larinya eksekutor dan satu lagi tim menjadi penutup jalan atau pengalih perhatian.

“Meski rapi dan pandai menjalankan aksinya, mereka akhirnya juga tertangkap. Kelima pelaku kita kenakan pasal 365 KUHP,” pungkasnya. [man/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar