Hukum & Kriminal

Pelaku Ranmor Ini Nekat Tuntun Motor Curian Sampai Bertemu Tukang Kunci

Pelaku pencurian dan penadah hasil kejahatan saat jalani gelar perkara di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (13/1/2020).(manik priyo prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Berjalan tertatih – tatih, dua dari lima pelaku komplotan pencuri sepeda motor kesakitan karena tertembak kakinya. Kelima pelaku ini menjalani gelar perkara di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Kepada jurnalis, Kapolres Tanjung Perak AKBP Ganis Styaningrum menjelaskan, salah satu pelaku mencari motor satu persatu yang tak dikunci stir dan kunci ganda.

“Jadi ada 16 tempat perkara dan pelaku berhasil mengambil 16 motor yang tanpa di kunci stir. Para pelaku ini memang mengambil motor tanpa merusak kunci stir. Jadi motor diambil dan dituntun sampai dapat tukang duplikat kunci,” jelasnya kepada jurnalis, Senin (13/1/2020).

Usai memperoleh tukang kunci, para pelaku mengatakan bahwa kuncinya hilang. Sehingga mereka tak bisa menghidupkan mesin motornya. Usai dilakukan duplikat kunci, pelaku membawa motor ke penadah. “Selanjutnya pelaku menjual motor dengan harga Rp 5 jutaan dan pelaku dapat upah Rp 1 jutaan per orang,” papar Ganis.

Tak hanya menjual secara umum ke penadah, para pelaku juga tergolong nekat karena menjual secara online. Selain itu, para pelaku juga mengaku bahwa mereka ini mencuri motor dengan jenis tertentu yakni transmisi otomatis (matic.red).

Bagi mereka, berjalan keliling mencari sasaran motor sudah biasa. Terlebih saat mendapatkan motor mereka harus menuntun motor curian selama kiloan meter. Kini kelima pelaku yakni empat pelaku pencurian sepeda motor dan satu pelaku sebagai penadah sudah diamankan. Keempat pelaku dijerat dengan pasal 363 UU KUHP dan penadah dengan pasal 480 UUKUHP.

“Untuk identitas pelaku yakni Z (38), As (39), A (38), R (40) dan IR (39). Mereka semua berasal dari Kabupaten Bangkalan dan Sampang,” paparnya.(man/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar