Hukum & Kriminal

Pelaku Penyebar Hoax Kota Malang Zona Hitam Diciduk Polisi

Polresta Malang Kota menangkap pelaku penyebaran informasi hoax.

Malang(beritajatim.com) – Pelaku penyebaran informasi hoax berinsial AC (52 tahun) warga Sendang Agung, Paciran, Lamongan ditangkap Polresta Malang Kota. Dia ditangkap karena terbukti sebagai pembuat dan pengunggah pertama informasi hoax itu.

“Pemberitahuan Buat Saudara2 smua..Untk Bsok mulai Tgl 15-25 Desember jangan Berpergian Dlu ke Kota Malang…Himbauan Bpk Kapolresta Malang…Siapapun yg Bukan Orang Malang..klo Ada yg Masuk Ke kota Akan Dikarantina selama 14 hri. Krn Malang masuk Zona Hitam skrg 🤦‍♂️🤦‍♂️.Mohon disebarkan Ke Tetangga dn Saudara2 Anda..atau Tmn2 terdekat Di grup Anda,” pesan hoax yang dibuat AC.

Kapolresta Malang Kota, Kombespol Leonardus Simarmata mengatakan, mengunggah informasi hoax itu sekira pukul 09.00 WIB pada 12 Desember 2020 di sebuah kedai kopi di daerah Sawojajar, Kota Malang. Penelusuran tim Cyber Crime Polresta Malang Kota menunjukan jejak digital pengunggah pertama di facebook adalah AC.

“Dia menyebarkan berita bohong lewat facebook, yang seakan-akan info itu bersumber dari Kapolresta untuk kalayak umum. Menimbulkan keresahan tidak hanya warga Kota Malang tapi seluruh warga Jatim yang akan ke Kota Malang. Bahkan saya ditanya banyak orang se-Indonesia,” ujar Leonardus, Senin, (21/12/2020).

Leonardus mengatakan, AC dalam kasus ini tersangka melakukan tindak pidana berupa sengaja mendistribusikan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan atau pencemaran nama baik. Tersangka melanggar pasal 14 Undang-undang Nomor 46 tentang penyebaran penyebaran berita bohong sub pasal 45 ayat 3 Undang-undang Nomor 19 tahun 2016, tentang informasi transaksi elektronik. Ancaman hukumannya penjara paling lama 6 tahun dan denda maksimal Rp1 miliar.

“Dia pembuat sekaligus penyebar yang pertama kita sudah telusuri, bahwa jejak digital itu tidak bisa dihapus. Jadi alat bukti ini tidak bisa dihindari transmisinya menunjukan dia yang pertama. Saya beri imbauan, ke seluruh masyarakat jangan melakukan atau menyebarkan mentsransmisikan berita hoax yang tidak bisa dipertanggungjawabkan informasinya atau kevalidan kebenarannya,” kata Leonardus.

Sementara itu, AC meminta maaf dan menyesali kegaduhan yang dia perbuat dengan menyebar informasi hoax. Dia mengaku tidak mempunyai unsur apapun dalam penyebaran informasi hoax itu. AC berdalih perbuatanya hanya untuk hiburan. “Tidak ada unsur apapun cuma buat hiburan tapi terlanjur viral saya menyesal. Sebenarnya tidak lama satu jam saya posting langsung saya hapus kembali. Saya minta maaf dan menyesal seumur hidup,” tandas AC. (luc/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar