Hukum & Kriminal

Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur di Gresik Belum Ditahan

foto/ilustrasi

Gresik (beritajatim.com) – Kasus pencabulan kembali terjadi di Gresik. Ironisnya, pelaku Sgn (45) yang mencabuli anak dibawah umur P (16) belum juga dijebloskan ke penjara.

Seperti diketahui, Sgn  yang berprofesi sebagai tukang kebun SD di Gresik, membuat ibu korban SW (38) merasa kecewa.

Dirinya menceritakan sangat sedih karena pelaku sampai sekarang belum juga ditangkap. Padahal kasus tersebut sudah lama dia laporkan ke pihak penegak hukum, 12 Maret 2020 lalu berupa, surat laporan No STTLP/ 122/ III/ 2020/ JATIM/ RES GRESIK.

“Saya sangat berharap pelaku segera diamankan dan ditahan sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya, Jumat (8/05/2020).

SW menambahkan, alhamdulillah saat pemeriksaan anak saya kondisinya sehat. Setelah pemeriksaan ini semoga pelaku dapat segera ditangkap dan ditahan sesuai hukum yang berlaku.

Sementara itu, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Gresik terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak. Termasuk korbannya sendiri P (16), Korban saat diperiksa di ruang unit PPA selama 4 jam lebih itu didampingi oleh ibunya bersama pihak Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Pemkab Gresik.

Kanit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Sat Reskrim Polres Gresik, Ipda Joko di didmpingi Aipda Slamet Mujiono menuturkan, kasus tersebut terus berjalan dan tadi juga memeriksa saksi korban.

“Tadi memanggil saksi korban untuk melengkapi berkas, Dan perkaranya memang sudah pada tahap penyidikan,” tuturnya.

Sebelumnya, kasus pencabulan tersebut dilakukan Sgn diduga berlangsung sejak Oktober 2015 lalu. Kala itu, korban masih duduk di bangku kelas 6 SD, ia datang ke rumah pelaku untuk mengajak bermain anak perempuan Sgn.

Namun anak perempuan pelaku Sgn tidak sedang berada di rumah. Melihat korban yang masih polos dan pelaku yang kebetulan sendirian di rumah itu, tiba-tiba nekad melakukan tindakan asusila terhadap P. Tidak hanya sekali, dia kembali melakukan aksi serupa saat P duduk di bangku kelas VII.

Perbuatannya ini membuat pelaku ketagihan, sehingga aksi bejadnya terulang lagi di tahun 2020, saat korban duduk di bangku SMA. Pada aksi yang terakhir itu, pelaku sempat mengancam korban jika berani memberitahukan kepada orang lain. (dny/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar