Hukum & Kriminal

Pelaku Pencabulan 7 Anak SMP Mengaku Pernah Jadi Korban

Kapolres AKBP. Mochamad Nur Azis menunjukan barang bukti pencabulan dari pelaku AS. (foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Seperti kebanyakan pelaku pencabulan sesama jenis. Pelaku yang berumur 32 tahun, warga Desa/Kecamatan Kauman yang mencabuli 7 anak usia SMP, dulu waktu mudanya juga sebagai korban kekerasan seks.

Kapolres Ponorogo AKBP. Mochamad Nur Azis mengungkapkan, menurut keterangan pelaku, AS muda pada tahun 2009 juga mengalami pencabulan. Saat itu AS bekerja sebagai tukang galon dan merantau di Batam. Selain mengamankan pelaku, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti seprai, tikar, sarung, celana kolor dan handbody lotion yang ada di kamar rumah pelaku. “Jadi pelaku AS ini, pada masa mudanya juga menjadi korban kejahatan yang sama. Nah saat sudah dewasa malah menjadi pelakunya,” katanya.

Sekedar diketahui, ada fakta baru dalam kasus pencabulan terhadap 7 anak usia SMP di Ponorogo. Pelaku AS melakukan aksi bejatnya itu pada rentan waktu akhir tahun lalu hingga Juni 2020. Selain menjadi tukang warung, pelaku mengaku kepada para korbannya sebagi dukun. Bisa membersihkan aura negatif seseorang. “Untuk meyakinkan para korban, pelaku memperlihatkan jimat buluh perindu untuk membuka aura,” kata Kapolres.

Kasus ini terungkap, saat orangtua salah satu korban melaporkan ke Polres Ponorogo. Mereka tidak terima, saat mengetahui anaknya menjadi korban kejahatan seks dari pelaku AS. Orangtua korban ingin pelaku dihukum yang setimpal, sebab pelaku sudah merusak masa depan anaknya.(end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar