Hukum & Kriminal

Pelaku Pembunuhan di Apartemen Educity Divonis Berat

Foto ilustrasi

 

Surabaya (beritajatim.com) – Tiga terdakwa kasus pembunuhan Agung Pribadi di kamar 1707 Apartemen Educity dihukum berat oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (25/2/2019).

Tiga terdakwa tersebut adalah Riyan Hidayat dan Supandi, keduanya dihukum tujuh tahun penjara. Sementara Imam Syafii yang berkasnya terpisah dihukum 7,5 tahun.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sebelumnya menuntut pidana penjara selama 12 tahun pada masing-masing terdakwa.

“Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindakan turut serta melakukan pembunuhan sesuai Pasal 338 jo Pasal 55 ayat 1 KUHPidana. Menjatuhkan pidana penjara selama 7 tahun penjara,” kata Ketua Majelis Hakim Sigit Sutriono membacakan vonis diruang Kartika 2 Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (24/2/2019).

“Untuk terdakwa Imam Syafii Bin H. Hodiri kami jatuhi hukuman selama 7 tahun dan 6 bulan,” lanjut hakim Sigit.

Sebelum membacakan putusan, majelis hakim juga menilai bahwa para terdakwa bersikap sopan dan menjadi tulang punggung keluarga sebagai hal yang meringankan.

Untuk hal yang memberatkan, hakim Sigit menilai perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat, tidak mengakui perbuatannya sudah menghilangkan nyawa seseorang.

Menanggapi vonis tersebut, terdakwa Riyan Hidayat dan Imam Supandi  melalui penasehat hukumnya Hans Hehakaya langsung mengajukan upaya hukum banding. Sedangkan terdakwa Imam Syafii bin H.Hodori hanya menyatakan pikir-pikir.

“Kami langsung mengajukan banding yang mulia,” kata Hans Hehakaya mewakili terdakwa Riyan Hidayat dan Imam Supandi.

Sebelumnya, sesosok mayat laki-laki ditemukan di kamar 1707 lantai 17 Tower Harvard Apartemen Educity, Surabaya, komplek perumahan eliet Pakuwon City. pada Senin (28/5/2018) pagi.

Korban diketahui bernama Agung Pribadi asal Jakarta yang diduga menjadi korban pemukulan benda tumpul dan penikaman yang melibatkan tiga terdakwa.

Sebetulnya, selain ketiga terdakwa, masih ada pelaku lain yang saat ini berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO), yakni Ridi, dia adalah otak pembunuhan. [uci/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar