Hukum & Kriminal

Pelaku Pembacokan di Karangsuko Malang Teman Dekat Korban

Malang (beritajatim.com) – Polisi sudah mengamankan pelaku pembacokan yang menewaskan Dulmanan (40), warga Desa Karangsuko, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. Dulmanan meregang nyawa usai dibacok Matjikin (35), Rabu (18/11/2020) di parkiran Objek Wisata Sumbermaron, Desa Karangsuko.

Kapolsek Pagelaran, Iptu Sugik Hermawan menegaskan, ia belum mengetahui pasti penyebab kejadian itu. Hanya saja, pelaku sudah diamankan atas nama Matjikin (35). Pelaku tinggal desa Karangsuko, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang.

“Korban saat inj sudah di evakuasi ke RSSA Kota Malang, sedangkan pelaku sudah kami amankan,” kata Sugik.

Sementara itu, informasi di dapat dari Kaur Umum Desa Karangsuko, Andis Budianto, menjelaskan, korban dan pelaku saling kenal. Keduanya juga sebagai teman akrab dan tetangga satu RT. “Keduanya itu malah teman sebenarnya, juga satu RT di RT 06,” papar Budianto.

Menurut Budianto, korban baru pulang dari Jakarta 5 hari yang lalu karena kakaknya meninggal dunia. “Lalu korban ini baru pulang dari Jakarta sekitar 5 hari yang lalu untuk menjenguk kakaknya yang meninggal,” ujarnya.

“Kami dari pemerintah desa tadi ada laporan bahwa sekitar pukul 08.20 WIB ada pembacokan yang terjadi di tempat parkir Sumbermaron,” tambahnya.

Tak berselang lama, lanjut Budianto, pelaku langsung menyerahkan diri ke kantor Desa Karangsuko. “Setelah mendapatkan informasi itu, petugas desa langsung berangkat ke sana dan kebetulan pelaku langsung menyerahkan diri ke kantor desa sekitar pukul 08.25 WIB. Pelaku sendiri langsung dibawa ke Polsek demi keamanan,” tegasnya.

Budianto sendiri tidak mengetahui motif dan kronologi pembacokan karena pelaku keburu dibawa ke Polsek Pagelaran. “Kita tidak tahu kronologinya seperti apa, tiba-tiba saja terjadi itu. Kita sendiri juga tidak tahu penyebabnya karena pelaku sudah diamankan,” ujarnya.

Namun, menurut keterangan beberapa warga yang tinggal di dekat lokasi kejadian, sempat mendengar suara jeritan beberapa kali.

“Saat kejadian sendiri kondisi di Sumbermaron sedang sepi, tapi beberapa kali itu ada yang mendengar suara menjerit. Lalu warga melaporkan ke perangkat desa terdekat, tapi saat perangkat ke sana korban sudah dalam keadaan meninggal,” pungkasnya. (yog/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar