Hukum & Kriminal

Pelaku Curanmor Hanya Butuh 10 Detik Rusak Kunci Motor

Petugas Resmob Polrestabes Surabaya saat gelar perkara pencurian sepeda motor di Mapolrestabes Surabaya, Senin (2/9/2019).(manik priyo prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Tidak lebih dari 10 detik, pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berhasil merusak dan membawa kabur hasil curiannya. Seperti yang diperagakan UC alias Urip Cahyo (25), pelaku curanmor yang berhasil ditangkap saat gelar perkara di Mapolrestabes Surabaya, Jatim, Senin (2/9/2019).

UC yang beraksi bersama dua rekannya yakni Urip Aripin Alias Gepeng (25) dan Arifin alias Ipin (22), memiliki tugas berbeda. UC bertugas merusak kunci motor dan Gepeng yang mengambil motornya.

“Pelaku merusak kunci motor tak lebih dari 10 detik. Usai kunci motor rusak, motor langsung bisa dibawa lari,” jelas Kanit Resmob Polrestabes Iptu Bima Sakti kepada beritajatim.com.

Usai kunci rusak, pelaku memberi kode ke rekannya agar mengambil motor sasaran tadi. Tak hanya itu, pelaku yang mengaku baru mencuri dua kali ini, juga menjual hasil curiannya ke warga Madura yang hidupnya di pedalaman. “Barang curian ini dijual dengan utuh untuk warga Madura, bukan dijual secara pretelan atau eceran,” lanjutnya.

Melihat kelihaian pelaku dan system kerja saat mencuri, petugas mencurigai jika pelaku ini merupakan spesialis pencurian motor. Bahkan, para pelaku ini juga berbagi kunci T untuk merusak kunci motor. “Kalau dari pengakuan pelaku baru dua kali. Tapi kayaknya gak mungkin, karena mereka sudah lihai mencuri motor,” tandas Iptu Bima.

Sementara itu, para pelaku juga mengaku jika memiliki tugas berbeda dalam proses pencurian sepeda motor hingga pengiriman motor hasil curiannya. Menurut pengakuan pelaku, mereka mencuri dua motor di kawasan Jalan Demak, Surabaya. “Saya hanya mengantar barang curian ke Suramadu di perbatasan tol. Usai tol, ada yang menjemput dan mengambil motornya,” ujar Aripin alias Ipin.

Sementara Wakasat Reskrim, AKP Ardian Satrio Utomo menegaskan, tercatat setidaknya ada 50 kali penangkapan ranmor dari Januari 2019 hingga Agustus 2019. “Tidak ada ruang untuk pelaku kejahatan jalanan di Polrestabes Surabaya, akan kita tindak tegas dan terukur,” tandasnya. (man/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar