Hukum & Kriminal

Pelaku Begal Pakai Akun Wanita Jual-Beli Jaket di FB, Rampas Motor Korban

Kapolresta Tanjung Perak surabaya saat gelar perkara di Mapolresta KP3 Tanjung Perak, Surabaya, Selasa (19/11/2019).(manik priyo prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Seorang laki-laki tertipu akun online shop palsu yang menjual jaket di kawasan Tanjung Perak Surabaya. Korban diketahui bernama Arif Rahman ini mengaku bahwa awalnya dirinya berkenalan dengan seorang wanita yang memiliki online shop di Facebook.

Karena tertarik hendak membeli salah satu dagangan yakni jaket, korban pun hendak melakukan pembelian. Sampai akhirnya korban dan akun Facebook yang mengaku Devina ini mengajak bertemu dengan korban di suatu tempat.

“Awalnya ketemu dengan Devina ini untuk jual beli barang jaket. Tapi korban tidak curiga padahal ketemuannya pukul jam 11 malam. Sampai akhirnya ternyata korban dijebak untuk di rampas sepeda motornya,” jelas AKBP A Agus, Kapolresta Tanjung Perak, Surabaya saat gelar perkara, Selasa (19/11/2019).

Karena merasa dirugikan, korban pun melakukan pelaporan ke Kepolisian di wilayah hukum Polres Tanjung Perak. Sampai akhirnya saat dilakukan penyelidikan, petugas mengenali ciri-ciri pelaku yang diceritakan korban.

Menurut Kapolres, pelaku merupakan residivis kejahatan yang sama saat dirinya masih anak anak. Sehingga saat proses hukum kasus pertama pelaku, pelaku pun hanya diberikan diversi saja.

“Dari kejelian petugas penyidik pelaku pun berhasil dibekuk bersama 2 rekan lainnya. Sedangkan salah satu rekan yang lainnya masih 17 tahun dan diserahkan ke Pemerintah Kota Surabaya untuk dilakukan pembinaan,” papar Kapolres Tanjung Perak.

Usai dilakukan penangkapan, pelaku pun ternyata mengakui bahwasanya akun Facebook bernama Devina ini adalah akun palsu. Melalui Akun tersebut pelaku mencoba untuk menggaet korban agar mau mengikuti instruksi pelaku untuk jual beli.

Instruksi tersebut merupakan langkah pelaku untuk menggiring korban supaya terpancing dan pelakuĀ  merampok calon korban yang juga calon pembeli ini.

“Jadi ini adalah kasus yang sangat direncanakan dengan matang. Para pelaku membentuk pikiran para korban bahwasanya mereka adalah korban begal. Padahal jadinya mereka dijebak untuk dirampok atau dibegal,” katanya.

Sementara itu dari tangan tersangka petugas mengamankan satu unit kendaraan sepeda motor, senjata tajam, ponsel pintar yang dipakai pelakuĀ  dan juga harga pakaian sebagai barang bukti yang dipakai pelaku saat merampas kendaraan korban.

Sementara untuk kendaraan korban sudah dijual ke daerah Madura dengan harga Rp Rp 3.000.000. Tiga orang pelaku yakni GS (18), MR (19) YP dan DWR (17), sudah diamankan. Sedangkan empat pelaku lainnya masih dalam pengejaran petugas. Para pelaku pun dijerat pasal 365 UU KUHAP.(man/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar