Hukum & Kriminal

Pelajar Pembunuh Begal Bakal Dibina Seperti Santri di LKSA Darul Aitam

Sidang ZA di Pengadilan Negeri Malang.

Malang (beritajatim.com) – Pelajar ZA (18) warga Gondanglegi, Kabupaten Malang, divonis satu tahun pembinaan di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Darul Aitam, Wajak, Malang, oleh Hakim Pengadilan Negeri, Kepanjen, Malang Nuny Defiary, Kamis, (23/1/2020).

PK (Pembimbing Kemasyarakatan) Madya Balai Pemasyarakatan Malang, Indung Budianto mengungkapkan, bahwa ZA di LKSA Darul Aitam akan dibina seperti santri di Pondok Pesantren. Seperti pembentukan karakter hingga pelajaran agama.

“Jadi nanti ada semacam kegiatan seperti di Pondok Pesantren, ada kegiatan keagaamaan juga. Saat sekolah dia berangkat ke sekolah, tapi pulangnya ke LKSA,” ujar Indung.

ZA didakwa dengan empat dakwaan, pertama adalah pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana tidak terbukti. Kemudian pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan pasal membawa senjata tajam tidak bisa dibuktikan dengan sendirinya oleh Jaksa Penuntut Umum. Namun, hakim memutuskan ZA dikenakan pasal 351 KUHP ayat 3 terkait penganiayaan yang menyebabkan kematian.

“Tapi menunggu keputusan inkrah dari Pengadilan Negeri. Kami tugasnya kan membimbing dan mendampingi. Apalagi dia sudah kelas 12 SMA, sebentar lagi ujian. Tapi dia tetap bisa bersekolah selama persidangan dan vonis nanti,” tandasnya.

Sementara itu, ZA didakwa pasal 351 KUHP ayat 3 karena terbukti membunuh Misnan. Korban sekaligus pelaku pemerasan bersama Ali Wafa. Dia mendatangi ZA saat bersama teman wanitanya VN di sebuah ladang tebu. ZA terpaksa membunuh Misnan, karena komplotan pemeras itu mengancam VN untuk diperkosa. (Luc)





Apa Reaksi Anda?

Komentar