Hukum & Kriminal

Pegawai Kepergok Selingkuh, Ini Langkah RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto

Direktur RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto, Dr Sugeng Mulyadi. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Pihak RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto mengaku masih menunggu hasil dari pihak Polres Kota Mojokerto terkait kedua pegawainya yang diamankan karena digerebek berselingkuh pada, Selasa (1/10/2019) kemarin.

Direktur RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto, Dr Sugeng Mulyadi mengatakan, setelah kejadian penggerebekan tersebut, pihak RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo menunggu hasil dari kepolisian. “Karena dari dasar hasil itu, nanti impeknya ada tindakan khusus sesuai beratnya kasus,” ungkapnya, Rabu (2/10/2019).

Pasca kejadian penggerebekan tersebut, masih kata Dr Sugeng, pihaknya masih menunggu kebenaran dari pihak kepolisian. Ada aturan, lanjut Dr Sugeng, di dalam PNS akan diserahkan ke sistem Pemkot Mojokerto. Inspektorat ada pemeriksaan dan Badan Kepegawaian daerah (BKD) aturan untuk assesment.

“Jika terbukti, ada surat dan lain sebagainya maka akan ada aturannya masing-masing. Untuk BLUD, ringan mulai SP1, 2, 3 sampai berat dikeluarkan atau dipecat jika memang itu mengenai attitude. Tergantung bobot. Untuk ASN. Jika terbukti tidak bisa langsung kesana (pecat), kita juga lihat rapot,” jelasnya.

Yakni loyalitas terhadap pekerjaan dan melakukan pekerjaannya dengan baik, lanjut Dr Sugeng, hal tersebut juga sebagai pertimbangan. Jika berat maka akan dilakukan pemecatan, namun pihaknya punya Komite Perawatan dan Komite Metik sebagai pertimbangan dalam memutuskan.

“Pertimbangan tersebut menjadi keputusan. Jika dokter akan kita ikuti aturan ASN. Belum. Keduanya belum dimintai keterangan pasca kejadian karena laporan belum masuk juga. Kita tetap menunggu tapi sebagai langkah awal, saya klarifikasi dan kita catat,” tegasnya. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar