Hukum & Kriminal

PDIP Kota Malang Adukan Pembakar Bendera Partai ke Polisi

Belasan kader Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Malang mendatangi Polresta Malang Kota untuk mengadukan pembakaran bendera partai itu.

Malang (beritajatim.com) – Belasan kader Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Malang mendatangi Polresta Malang Kota untuk mengadukan pembakaran bendera partai itu saat aksi unjuk rasa Rancangan Undang- Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU-HIP) di gedung MPR/DPR RI beberpa hari lalu.

Ketua DPC PDIP Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika mengatakan, delik aduan atas kasus ini memang di Jakarta, namun kader di daerah turut mendorong kepala polisi setempat untuk meneruskan aduan dari kader PDIP di Kota Malang. DPC PDIP Kota Malang bahkan telah melengkapi tiga pelaku terduga pembakar bendera dalam aduan yang mereka layangkan.

“Kami ingin agar kasus ini diusut tuntas. Karena delik aduannya di Jakarta, makanya kami hanya bisa mendorong Polresta Malang Kota untuk meneruskan pengaduan kami kepada Kapolri untuk menindak tegas dan menangkap tiga pelaku dengan bukti yang kami miliki itu sudah kami laporkan dalam aduan,” kata I Made Rian Diana Kartika, Rabu (1/7/2020).

I Made Rian mengungkapkan, intruksi Ketua Umum PDIP Pusat Megawati Soekarno Putri kepada kader di daerah adalah dengan menempuh jalur hukum. Megawati dikatakan I Made Rian tidak ingin kader partai berlambanf banteng moncong putih ini melakukan aksi balas dendam dengan cara anarkis kepada oknum terduga pelaku pembakaran bendera.

Sementara itu, Wakil Kepala Bidang Kehormatan Partai dan Organisasi, Ahmad Wanedi menegaskan demokrasi di Indonesia bukanlah kebebasan tanpa batas sehingga dapat melakukan segala macam perbuatan yang notabene bertentangan dengan hukum.

Untuk itu, PDIP sebagai partai yang selalu konsisten memperjuangkan demokrasi berlandaskan konstitusi, akan menempuh jalur hukum terhadap pelaku pembakaran bendera partai.

“Kami mengutuk keras, aksi pembakaran bendera PDIP merupakan tindakan provokatif. Perbuatan membakar bendera PDIP Perjuangan mencederai demokrasi, DPC PDIP menjadi garda di depan untuk menjaga demokrasi berlandaskan Pancasila UUD 1945, pluralisme dan keutuhan NKRI,” tandas Wanedi. [luc/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar