Hukum & Kriminal

Patroli Kawasan Physical Distancing, Kapolres Mojokerto Ingatkan 3 Hal

Phsical Distancing atau Jaga Jarak di ruas jalan oleh Polres Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Kapolres Mojokerto, AKBP Feby DP Hutagalung terjun langsung untuk memastikan semua menjalankan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Yakni masyarakat Mojokerto mematuhi anjuran pemerintah untuk melakukan physical distancing (jaga jarak sosial) di tengah maraknya wabah virus corona (Covid-19) di Indonesia.

Physical distancing dilakukan untuk menekan penyebaran virus yang sudah menginfeksi ratusan orang di Indonesia. Dalam pencegahan selain menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), juga penerapan physical distancing agar dipatuhi oleh seluruh elemen masyarakat. Seperti pada, Sabtu (28/3/2020) malam.

Polres Mojokerto membentuk kawasan Physical Distancing di kawasan Perumahan BSP Regency yang terletak di Jalan Wijaya Kusuma, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Yakni dengan memberlakukan pembatasan tamu yang masuk dan perketat pemeriksaan kondisi tubuh warga yang keluar masuk kawasan.

Menyediakan disinfektan, sarana cuci tangan dan hand sanitizer. Kegiatan pembentukan kawasan physical distancing bukan hanya dilakukan Polres Mojokerto saja, namun seluruh jajaran polsek. Beberapa hal umum yang biasa dilakukan dalam physical distancing.

“Diantaranya yaitu bekerja dari rumah, hanya keluar untuk keperluan mendesak, menghindari penggunaan kendaraan umum dan menunda perjalan yang tidak terlalu penting baik domestik maupun ke luar negeri. Selain itu, juga menghindari tempat-tempat umum atau keramaian,” ungkapnya, Minggu (29/3/2020).

Seperti bioskop, klub, cafe, warung-warung kopi serta menghindari pertemuan kelompok yang dihadiri banyak orang serta menjaga jarak aman dari orang lain. Yakni dengan penerapan jarak aman 2 meter antar individu. Ini dilakukan untuk memutus rantai penularan dari wabah Covid-19.

Data penyebaran Covid-19 di Indonesia sampai tanggal 28 Maret 2020, virus corona sudah menjangkiti 1.155 lebih orang di seluruh Indonesia. Sehingga, lanjut Kapolres, upaya physical distancing di beberapa wilayah hukum Polres Mojokerto dan mulai pemberlakuan jalur maupun kawasan Physical Distancing.

“Kegiatan serentak seperti tadi malam, pemberlakuan physical distancing di Jawa Timur adalah menjadi Pilot project pertama di Indonesia. Ada 3 hal penting yang perlu dipatuhi oleh seluruh masyarakat Mojokerto dalam upaya pencegahan Covid-19. Mengurangi mobilitas orang dari satu tempat ke tempat lain, menjaga jarak dan mengurangi kerumunan yang membawa risiko penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Karena itu, Kapolres berharap semua mendukung kebijakan pemerintah. Dengan cara belajar dari rumah, bekerja dari rumah dan beribadah di rumah. Menurutnya, Polres Mojokerto akan terus menghimbau masyarakat khususnya di wilayah hukum Polres Mojokerto untuk menjalankan anjuran pemerintah tersebut.

“Ini betul-betul harus kita sampaikan terus sehingga bisa dijalankan secara efektif di lapangan. Tetapi kita juga harus tahu juga bahwa yang tidak bekerja di rumah, tentu tetap bekerja di lapangan dan di kantor dengan tetap saling menjaga jarak dan saling memperhatikan keselamatan,” pungkasnya.[tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar