Hukum & Kriminal

Pasutri yang Menganiaya Risma Berhasil Diringkus Polisi

Gresik (beritajatim.com) – Pelaku penganiayaan terhadap Risma Asti Riyanti (16) yang berprofesi sebagai pembantu rumah tangga diringkus polisi. Pelaku merupakan pasangan suami istri (pasutri) yang juga masih tetangga korban.

Pasutri yang ditangkap adalah Suparman (42) dan istrinya bernama Likha (32). Keduanya merupakan warga Perumahan Cerme Apsari Blok HH/15, Desa Ngabetan, Kecamatan Cerme, Gresik.

Kapolsek Cerme AKP Nur Amin menuturkan, berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan sejumlah saksi, satu linggis yang tertinggal di rumah korban diketahui milik Suparman.

“Salah satu pasutri Suparman ini pernah membersihkan rumah milik korban bernama Teguh Heru Yuwono yang tinggal di Perumahan Cerme Apsari Blok HH/12 Cerme, Gresik,” tuturnya, Jumat (18/09/2020).

Nur Amien menjelaskan, berdasarkan olah TKP dan pemeriksaan sejumlah saksi-saksi, Suparman masuk lewat jendela kamar atas bersama istrinya, Likha. Selanjutnya, mereka mau mencuri tetapi kepergok pembantu. Kemudian Likha membekap pembantu dengan bantal dan Suparman langsung menganiaya korban.

“Saat ini pembantu rumah tangga yang bernama Risma Asti Heriyanti kritis karena mengalami luka parah di badan dan saat ini masih dirawat di RSUD Ibnu Sina Gresik,” paparnya.

Dari olah TKP itu lanjut Nur Amien, anggotanya di lapangan kemudian melakukan penangkapan, tiga hari setelah kejadian. Suparman ditangkap di kedimannya yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Selanjutnya, Likha ditangkap di Jalan Raya Cerme, Gresik.

Saat ini, kedua pasutri tamatan SMP itu meringkuk dijeruji penjara guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sejumlah barang bukti disita petugas dari tangan tersangka. Satu buah linggis dan bantal yang berada di rumah korban juga disita. Diketahui, kedua tersangka nekat melakukan aksi pencurian dengan kekerasan karena motif ekonomi yang membelit rumah tangga mereka.

“Kedua tersangka ini terlilit hutang mau mencuri barang di rumah Teguh. Mereka memilih mencuri di rumah Teguh karena di sekitar tetangga mereka, Teguh itu orang berada,” tandas Nur Amien.

Pasutri itu dijerat dengan Pasal 365 Jo 53 KUHP dan atau Pasal 80 Undang-Undang RI nomor 23 Tahun 2002 tentang perubahan atas Undang-Undang RI nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dan atau 170 Jo 351 Ayat 2 KUHP. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar