Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Pasutri Beda Usia 24 Tahun Ini Kompak Curi 50 Tabung Elpiji

Kedua tersangka beserta beberapa barang bukti hasil curiannya. (Foto/Polsek Siman)

Ponorogo (beritajatim.com) – Bayu Dwi Kuncoro Aji (20) dan Sulastri (44) adalah pasangan suami istri yang kompak. Namun, kekompakan pasutri yang beda usia 24 tahun tak boleh untuk ditiru. Bagaimana tidak, mereka ternyata kompak dalam mencuri 50 tabung elpiji.

Pada Sabtu (18/9) kemarin, jajaran dari unit reskrim Polsek Siman menangkap pasutri tersebut di rumahnya, Desa Maron Kecamatan Kauman Ponorogo. Bayu dan Sulastri menjadi tersangka dalam kasus pencurian dengan pemberatan (curat). Ya, mereka beraksi di toko sekaligus konter 212 Cellular di Desa Brahu Kecamatan Siman Ponorogo.

“Tersangka adalah pasangan suami istri, keduanya sudah dua kali melakukan curat di TKP yang sama dengan selang waktu yang tidak lama,” kata Kapolsek Siman, Iptu Yoyok Widjanarko, Minggu (19/9/2021).

Kasus curat tersebut terungkap saat korban, Imam Muhtar (22), warga Desa Suren Kecamatan Mlarak Ponorogo, langsung melaporkan ke Mapolsek Siman. Setelah dilakukan penyelidikan oleh Unit Reskrim Polsek Siman. Petugas berhasil mengamankan keduanya yang diduga kuat sebagai tersangka pencurian tersebut.

“Para tersangka mengaku telah mencuri di toko konter di Desa Brahu milik saudara Imam Muhtar,” katanya.

Yoyok mengatakan kasus pencurian itu diketahui saat korban membuka toko konter, korban mendapati kunci gembok pintu sudah dalam keadaan tidak ada. Setelah pintu dibuka dan dicek ke dalam toko, ternyata tabung gas Liquid Petroleum Gaz (LPG) 3 kilogram sebanyak 50 tabung hilang. Kemudian dicek lagi, uang didalam laci sekitar Rp 1 juta juga hilang.

“Kemudian beberapa voucer data Telkomsel juga raib. Dalam kasus pencurian ini, korban mengalami kerugian sekitar Rp 7,5 juta,” ungkap Yoyok.

Lebih jauh Yoyok menjelaskan selanjutnya, saat diketahui toko dan counter itu mendapati gerendel gemboknya dalam keadaan rusak bekas dipotong. Kemudian setelah dicek, korban kembali kehilangan HP Xiaomi Redmi 4A dan sebuah tabung gas LPG 3 kilogram dengan kerugian sekitar Rp 1 juta.

“Total dari kedua kejadian yang jarak waktunya berdekatan itu korban mengalami kerugian sekitar Rp 8,5 jutaan,” ungkapnya.

Berdasarkan keterangan dari para tersangka, modus operandinya masuk ke dalam toko kounter dengan cara merusak kunci gembok. Pada pencurian pertama, dengan ditarik tangan, gembok bisa terbuka karena gembok yang berukuran kecil. Sedangkan kejadian kedua, para tersangka merusak gerendel gembok dengan cara memotong satu sisi gerendel gembok dengan menggunakan gunting plat. Tersangka pasutri itu dijerat pasal 363 ayat (2) KUHP Jo pasal 64 ayat (1) KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan (Curat).

“Kami sudah memiliki 2 alat bukti yang cukup untuk menjerat mereka. Saat ini keduanya ditahan di Rutan Kelas 2 B Ponorogo,” pungkasnya. [end/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar