Hukum & Kriminal

Pasca Lapor Polisi, Istri Siri Anggota DPRD Kabupaten Malang Mengaku Diteror

SW, di dampingi kuasa hukumnya Dahri Abdussalam saat lapor ke Polres Malang.

Malang (beritajatim.com) – Kuasa Hukum SW, Dahri Abdussalam menerangkan, kliennya saat ini sering menerima telepon dari nomor tak dikenal. Kejadian tersebut dialami kliennya sejak melakukan pengaduan ke Polres Malang pada, Selasa (10/9/2019) lalu.

Melalui kuasa hukumnya, SW yang merupakan istri siri KC anggota DPRD Kabupaten Malang itu berniat mengunjungi salah satu kiai.

“Kami berniat sowan ke para kiai sepuh NU di Kabupaten Malang. Klien kami merasa terus mendapat teror,” ujar Dahri ketika dikonfirmasi, Kamis (12/9/2019).

Dahri menjelaskan, pihaknya akan meminta perlindungan polisi. Terkait alasan kenapa yang dikunjungi adalah kiai, Dahri punya alasan.

“Ya yang sedang kami hadapi adalah kader PKB,” ujarnya.

Terkait penyelesaian permasalahan ini, Dahri mengaku telah dihubungi oleh Muslimin, Sekretaris DPC PKB Kabupaten Malang. Rencananya pihaknya akan diajak melakukan pembicaraan. Namun untuk waktunya Dahri belum bisa menjelaskan secara gamblang.

“Kabarnya dari beliau (Muslimin) hari ini ada pembicaraan. Untuk jam dan tempatnya saya belum dikasih tau pastinya. Kami segera ada tindak lanjut dan PKB bersikap tegas, dengan memberikan sanksi,” ungkap Dahri.

Sebagai informasi, kabar tak sedap menerpa anggota DPRD Kabupaten Malang berinisial KC.

Diduga tanpa sepengetahuan istri sahnya, KC menikah dengan wanita berinisial SW secara siri. Pasangan asal Kabupaten Malang ini menikah secara siri di Pasuruan. Meskipun berusaha ditutupi, istri sah KC berinisial EW tahu pernikahan siri tersebut.

Cinta segitiga itu berbuntut masalah. SW pun mengadukan dugaan penyebaran foto tanpa busananya ke Polres Malang, Selasa (10/9/2019). Sementara itu, KC belum bisa dikonfirmasi sama sekali. Disanggong di Kantor DPRD Kabupaten Malang, KC ternyata sudah 5 hari tak ada diruang kerjanya. (yog/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar